JAKARTA – Piala Afrika 2025 memasuki fase krusial dengan babak 16 besar yang mulai dimainkan, sementara tuan rumah Maroko tampil sebagai salah satu favorit utama juara berkat skuad mahal dan dukungan publik sendiri.
Maroko, negara asal Brahim Diaz, datang ke turnamen ini dengan nilai starting XI mencapai 250 juta euro dan ambisi besar untuk mengakhiri penantian gelar sejak terakhir kali juara pada 1976.
Fase grup dijalani Singa Atlas tanpa banyak guncangan setelah mengoleksi tujuh poin dari tiga laga, dengan Brahim Diaz selalu mencetak gol dan menjadi satu-satunya pemain yang mencatatkan gol di setiap pertandingan grup AFCON kali ini.
Produktivitas Brahim Diaz berlanjut di babak gugur saat Maroko menghadapi Tanzania pada Minggu, 4 Januari, di mana penyerang Real Madrid itu kembali dimainkan dari sisi kanan serangan.
Laga berjalan tegang sejak awal setelah Tanzania hampir mencuri gol cepat, sementara babak pertama berakhir tanpa gol dan kebuntuan bertahan hingga 19 menit awal paruh kedua.
Momentum penentuan hadir pada menit ke-64 ketika Diaz menguasai bola di kotak penalti dan melepaskan tembakan rendah dari sudut sempit yang gagal diamankan kiper Hussein Masaranga.
Gol tersebut memastikan Brahim Diaz telah mencetak empat gol dari empat pertandingan AFCON 2025-26 dan mengukuhkannya sebagai top skor sementara turnamen.
Assist gol krusial itu dicatatkan oleh Achraf Hakimi, mantan bek kanan Real Madrid yang kini menjadi pilar penting permainan Maroko.
Secara permainan, Maroko tampil relatif pasif baik sebelum maupun sesudah gol, bahkan tanpa menciptakan peluang berarti hingga laga berakhir.
Meski demikian, efektivitas permainan cukup untuk mengamankan tiket perempat final dan melampaui pencapaian AFCON edisi sebelumnya yang terhenti di babak 16 besar.
Tantangan berat menanti karena Maroko akan menghadapi Kamerun pada perempat final yang dijadwalkan berlangsung Jumat pukul 20.00 CET, dalam laga yang diprediksi sarat tensi dan gengsi.***