Red Bull Racing kembali mengalami perombakan internal menjelang musim Formula 1 2026. Kali ini, empat staf administrasi senior dilaporkan meninggalkan tim, menandai gelombang terbaru perubahan personel sejak berakhirnya era kepemimpinan Christian Horner pada Juli lalu.
Keempat figur tersebut—yang pertama kali dilaporkan oleh jurnalis Thomas Maher melalui Bluesky dan dikonfirmasi PlanetF1—adalah Direktur Sumber Daya Manusia Joanna Fleet, Direktur Kemitraan Julia George, Direktur Pemasaran Grup Simon Smith-Wright, serta Manajer Komunikasi Senior Alice Hedworth.
Kepergian mereka terjadi tidak lama setelah Red Bull mengedarkan komunikasi internal yang bertujuan menenangkan staf terkait isu keamanan pekerjaan.
Bersih-Bersih Pascakepergian Horner
Sumber internal menyebutkan bahwa keempat staf tersebut memiliki keterkaitan erat dengan Christian Horner, yang “dicopot dari tugas operasional” pada Juli 2025 setelah lebih dari dua dekade memimpin tim berbasis di Milton Keynes.
Seluruhnya direkrut atau menempati posisi strategis pada masa kepemimpinan Horner—Fleet sejak 2013, George sejak 2022, dan Smith-Wright sejak akhir 2024.
Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi organisasi yang tengah berlangsung, seiring CEO Red Bull Racing Laurent Mekies dan Direktur Proyek Olahraga Red Bull GmbH Oliver Mintzlaff mengambil alih kendali arah tim.
Alice Hedworth, yang sebelumnya dikenal sebagai petugas pers Sergio Pérez, bahkan sempat bekerja dekat dengan Mekies pascakepergian Horner sebelum akhirnya ikut angkat kaki.
Horner sendiri bukan satu-satunya figur senior yang tersingkir pada musim panas lalu. Chief Marketing Officer Oliver Hughes dan Group Director of Communications Paul Smith juga dilepas dari jabatannya pada periode yang sama.
Serangkaian keputusan ini dipandang sebagai upaya perusahaan induk Red Bull di Austria untuk membongkar struktur kekuasaan terpusat yang dibangun Horner selama bertahun-tahun di Milton Keynes.
Struktur Teknis Tetap Utuh
Meski terjadi pergeseran signifikan di lini administratif, struktur teknis Red Bull Racing dilaporkan tidak terdampak. Chief Technical Officer Pierre Waché dan kepala balap Gianpiero Lambiase tetap menempati posisi kunci, begitu pula inti tim teknik yang akan memimpin transisi menuju regulasi baru Formula 1 2026, termasuk pengembangan unit tenaga hasil kolaborasi dengan Ford.
Perubahan terbaru ini menambah daftar panjang eksodus figur penting Red Bull dalam setahun terakhir. Penasihat motorsport Helmut Marko mengundurkan diri pada akhir 2025 setelah lebih dari 20 tahun bersama tim.
Adrian Newey hengkang ke Aston Martin, Jonathan Wheatley kini menjabat sebagai team principal Audi, sementara Will Courtenay telah memulai peran barunya di McLaren.
“Formula 1 bukan lingkungan yang statis. Organisasi harus terus beradaptasi,” ujar Laurent Mekies pada Desember lalu saat menanggapi kepergian Marko. Pernyataan tersebut kini terasa relevan, seiring Red Bull membenahi tidak hanya sektor teknis, tetapi juga fondasi administratifnya, menjelang musim 2026 yang diprediksi akan penuh tantangan.