Setelah seharian menahan dahaga, secangkir teh hangat sering kali menjadi “penyelamat” pertama saat azan Magrib berkumandang. Namun, pernahkah Anda merasa teh yang Anda buat terasa terlalu sepet, pahit, atau justru hambar?
Menyeduh teh untuk berbuka puasa membutuhkan teknik sedikit berbeda. Karena perut dalam keadaan kosong, teh yang diseduh dengan cara yang salah (terlalu pekat/pahit) bisa memicu mual atau sakit lambung.
Berikut adalah panduan menyeduh teh yang benar agar aromanya keluar, rasanya nikmat, dan manfaatnya tidak rusak:
1. Hindari Air yang Terlalu Mendidih
Banyak orang langsung menuangkan air yang baru saja mendidih (100°C) ke atas daun teh. Ini adalah kesalahan fatal. Air yang terlalu panas akan “membakar” daun teh dan mengeluarkan zat tanin secara berlebihan, yang membuat rasa teh menjadi sangat sepet dan pahit.
Untuk teh hijau gunakan suhu sekitar 70°C – 80°C (diamkan air mendidih selama 2-3 menit sebelum dituang). Sementara untuk teh hitam/teh melati gunakan suhu sekitar 85°C – 90°C.
2. Perhatikan Waktu “Steeping” (Perendaman)
Jangan membiarkan kantong teh atau daun teh terendam di dalam gelas sepanjang waktu berbuka. Perendaman yang terlalu lama akan merusak profil rasa asli teh.
-
Teh Celup: Cukup rendam selama 2 – 3 menit.
-
Teh Daun (Seduh): Cukup 3 – 5 menit, lalu saring daunnya.
-
Jangan memeras kantong teh setelah diangkat, karena ini akan melepaskan sisa asam yang membuat teh terasa sangat pahit.
3. Gunakan Pemanis Secara Bijak
Saat berbuka, tubuh memang membutuhkan gula untuk energi. Namun, gula pasir yang terlalu banyak dapat menutupi aroma asli teh.
Cobalah mengganti gula pasir dengan madu atau gula batu. Gula batu memberikan rasa manis yang lebih lembut dan “bersih” di tenggorokan, serta tidak merusak aroma khas teh melati atau teh hijau.
Jika menggunakan madu, masukkan saat teh sudah menghangat, bukan saat masih panas mendidih, agar nutrisi madu tidak rusak.
4. Urutan Memasukkan Air dan Teh
Untuk hasil terbaik, masukkan daun teh atau kantong teh terlebih dahulu ke dalam cangkir, baru kemudian tuangkan air. Hal ini memungkinkan air mengalir di antara daun teh dan mengekstraksi aromanya secara merata. Jangan memasukkan teh ke dalam air yang sudah lama mengendap di teko.
5. Perhatikan Kualitas Air
Teh terdiri dari 99% air. Jika air yang Anda gunakan mengandung kaporit tinggi atau air yang sudah direbus berkali-kali, rasa teh akan terasa “datar” (flat). Gunakan air mineral atau air saringan segar untuk mendapatkan rasa yang jernih.
Rekomendasi Menu Teh untuk Berbuka:
-
Teh Jahe Hangat: Seduhan teh hitam dengan irisan jahe segar. Sangat baik untuk menghangatkan perut yang kosong dan mencegah kembung.
-
Teh Mint (Maghrebi Style): Teh hijau dengan daun mint segar dan sedikit gula. Sangat menyegarkan untuk membasuh dahaga seketika.
Hindari meminum teh yang terlalu pekat saat perut benar-benar kosong jika Anda memiliki riwayat maag, karena kafein dan tanin dapat merangsang asam lambung. Pastikan Anda minum air putih terlebih dahulu sebelum menyesap teh favorit Anda.