Jagat media sosial baru-baru ini diguncang oleh rekaman mengerikan: belasan robot humanoid bersenjata senapan mesin melakukan manuver taktis di pegunungan bersalju. Narasi yang beredar pun tak kalah panas, mulai dari klaim “China merilis pasukan Terminator” hingga isu pengerahan 10.000 tentara robot untuk konflik 2027. Namun, investigasi terbaru memastikan bahwa semua itu adalah fiksi digital.
Video berdurasi 48 detik tersebut memperlihatkan robot yang mirip dengan model G1 buatan Unitree Robotics. Mereka tampak sangat nyata saat berlutut, menembak sasaran, hingga mengganti magazin. Namun, organisasi pemeriksa fakta seperti DW Fact Check dan BOOM berhasil melacak jejak digitalnya.
Video asli ditemukan di platform Bilibili (China) milik akun “oukanghong”. Sang kreator sebenarnya telah menyematkan penafian teks merah yang sangat jelas: “Dibuat oleh AI” dan “Hanya untuk Hiburan”. Sayangnya, saat video ini bermigrasi ke platform X (Twitter) dan menyebar dalam berbagai bahasa, label tersebut sengaja dihilangkan.
Cacat di Balik Lensa: Bukti Kebohongan Digital
Meski tampak meyakinkan, analisis bingkai-demi-bingkai membongkar kelemahan AI dalam video tersebut:
-
Hukum Fisika yang Hilang: Sebuah robot terlihat meluncur menembus karung pasir seolah-olah hantu.
-
Logika Balistik yang Kacau: Ahli forensik mencatat tidak adanya selongsong peluru yang keluar dan magazin kosong yang dimasukkan kembali ke senjata.
-
Artefak Visual: Tangan manusia yang menyatu dengan radio menjadi satu gumpalan massa aneh.
Detektor AI menunjukkan bahwa video ini kemungkinan besar diproduksi menggunakan Seedance 2.0, platform pembuat video canggih milik ByteDance (induk perusahaan TikTok).
Mengapa banyak orang tertipu? Karena “jangkar visualnya” berbasis realita. Robot G1 dan H1 dari Unitree Robotics memang baru saja viral setelah memamerkan salto dan jurus Kung Fu di perayaan Festival Musim Semi 2026.
Pihak Unitree Robotics sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa produk mereka dirancang untuk tujuan sipil. Perusahaan ini bahkan menandatangani komitmen global bersama Boston Dynamics untuk tidak mempersenjatai mesin ciptaan mereka.