JAKARTA — Kebiasaan mengakses informasi secara cepat melalui ponsel memang memudahkan masyarakat mengikuti perkembangan dunia. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul perilaku baru yang diam diam menguras emosi, yakni doomscrolling. Istilah ini merujuk pada kebiasaan menggulir media sosial atau portal berita secara berlebihan, terutama untuk membaca kabar buruk. Tanpa disadari, perilaku ini dapat berdampak serius bagi kesehatan mental dan fisik jika dilakukan terus menerus.
Mengapa Doomscrolling Mudah Terjadi
Dilansir dari Halodoc, terdapat beberapa faktor utama yang mendorong seseorang melakukan perilaku ini. Pertama adalah kecemasan dan ketidakpastian. Ketika situasi global atau kondisi sosial terasa tidak stabil, banyak orang merasa perlu terus memantau berita untuk memperoleh rasa aman dan kendali. Sayangnya, upaya tersebut justru sering berujung pada kecemasan berlebih.
Faktor kedua berkaitan dengan kebiasaan. Algoritma media sosial dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin. Konten bernada negatif cenderung lebih menarik perhatian karena memicu respons emosional yang kuat. Akibatnya, seseorang dapat terus menggulir layar tanpa sadar waktu berlalu.
Selain itu, rasa ingin tahu juga berperan besar. Sebagian orang terdorong untuk memahami peristiwa buruk yang terjadi di sekitarnya. Namun, tanpa batasan yang jelas, rasa ingin tahu tersebut dapat berubah menjadi kebiasaan tidak sehat.
Dampak Serius bagi Kesehatan Mental dan Fisik
Menurut Alodokter, banyak orang beranggapan bahwa membaca berita buruk membuat mereka lebih waspada. Padahal, paparan informasi negatif secara terus menerus justru meningkatkan risiko kecemasan dan ketakutan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu stres kronis dan menurunkan kualitas hidup.
Orang yang sering terjebak dalam kebiasaan ini juga cenderung memiliki pola pikir negatif. Mereka bisa merasa terisolasi, kesepian, hingga terlalu curiga terhadap lingkungan sekitar. Dampak tersebut tidak hanya mengganggu kesehatan mental, tetapi juga memengaruhi aktivitas sehari hari, produktivitas, serta hubungan sosial.
Sejumlah riset menunjukkan bahwa konsumsi berita buruk secara berlebihan berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan cemas dan depresi. Tidak hanya itu, kondisi fisik pun dapat terdampak, mulai dari gangguan tidur, tekanan darah tinggi, hingga meningkatnya risiko penyakit jantung.
Tips Praktis Menghentikan Doomscrolling
1. Batasi Waktu Mengakses Berita
Menentukan jadwal khusus untuk membaca informasi dapat membantu mengurangi paparan konten negatif. Misalnya, cukup membaca berita pada pagi atau sore hari.
2. Pilih Sumber yang Tepat
Pilihlah sumber informasi yang kredibel dan seimbang. Mengonsumsi berita dari media tepercaya dengan sudut pandang yang berimbang dapat mencegah munculnya kepanikan berlebihan.
3. Matikan Notifikasi
Nonaktifkan notifikasi yang tidak penting. Notifikasi yang terus muncul sering kali memancing keinginan untuk membuka ponsel dan menggulir linimasa tanpa tujuan jelas.
4. Alihkan Perhatian
Alihkan perhatian ke aktivitas positif. Melakukan olahraga ringan, membaca buku, atau berbincang dengan orang terdekat dapat membantu memutus siklus kebiasaan tersebut.
5. Kendali Kondisi Emosional Diri
Sadari kondisi emosional diri sendiri. Jika mulai merasa cemas atau lelah secara mental, segera hentikan aktivitas membaca berita dan beri waktu bagi diri untuk beristirahat.