Stadion Old Trafford, yang biasanya bergemuruh oleh sorakan suporter Setan Merah, mendadak hening dalam kekhusyukan yang magis. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, lantunan azan bergema di stadion legendaris tersebut, menandai babak baru toleransi dan inklusi di jagat sepak bola Inggris.
Adalah Ibrahim Idris, sosok qari bersuara syahdu yang mendapat kehormatan menggetarkan tribun barat (West Stand) dengan panggilan salat tersebut. Momen bersejarah ini diabadikan oleh Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC) dalam sebuah unggahan emosional yang kini menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Kehadiran Ibrahim Idris merupakan bagian dari rangkaian acara buka puasa bersama yang digelar pihak klub bersama MUMSC. Agenda ini menjadi yang kedua kalinya diselenggarakan di Old Trafford, menunjukkan komitmen Manchester United dalam merangkul komunitas muslim di seluruh dunia.
Mengenal Ibrahim Idris: Antara Hafiz, Sepak Bola, dan Bisnis
Sosok di balik suara merdu itu ternyata memiliki perjalanan hidup yang luar biasa. Ibrahim bukanlah orang baru di dunia religi; ia telah menuntaskan hafalan Al-Qur’an (hafiz) sejak usia 12 tahun.
Namun, layaknya remaja pada umumnya, ia sempat menjauh dari hafalannya demi mengejar impian di lapangan hijau saat menginjak usia 15 tahun. Panggilan hati akhirnya membawa Ibrahim kembali ke sekolah asrama selama satu tahun untuk mendalami kembali kitab suci yang sempat ia tinggalkan.
Kini, Ibrahim Idris dikenal sebagai sosok multidimensi:
-
Hafiz & Konten Kreator: Aktif di TikTok menyebarkan keindahan ayat suci tanpa balutan musik.
-
Pengusaha Muda: Pendiri Ibi Idris Academy yang sukses mengembangkan bisnisnya.
-
Traveler: Telah melanglang buana, termasuk melakukan perjalanan spiritual ke Mesir pada 2023 lalu.
Momen azan di Old Trafford ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol bahwa di “Teater Impian”, setiap identitas dan iman memiliki tempat untuk bersinar.