JAKARTA – Komitmen peningkatan investasi Uni Arab Emirates (UAE) ke Indonesia menguat setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Persatuan Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) dalam agenda bilateral di Abu Dhabi.
Pertemuan Prabowo–MBZ yang berlangsung di Istana Qasr Al Bahr menegaskan arah baru kerja sama investasi dan ekonomi Indonesia UEA yang kian strategis dan berjangka panjang.
Investasi UAE ke Indonesia menjadi fokus utama dialog kedua kepala negara, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra prioritas UAE di Asia Tenggara.
Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Mohammed bin Zayed Al Nahyan digelar di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, pada Kamis, 26 Februari 2026 waktu setempat atau Jumat, 27 Februari 2026 waktu Jakarta, dalam suasana hangat dan penuh keakraban diplomatik.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kedua pemimpin sepakat memperkuat fondasi hubungan bilateral sekaligus meningkatkan kolaborasi konkret di sektor investasi dan ekonomi.
“Pertemuan membahas kerja sama peningkatan investasi, bilateral ditingkatkan. UAE ingin meningkatkan investasinya di Indonesia,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip Jumat (27/2/2026).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa arus investasi UAE ke Indonesia berpotensi meningkat signifikan dalam waktu dekat, terutama pada sektor energi, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi masa depan.
Presiden Prabowo menyambut positif komitmen tersebut dengan menegaskan kesiapan pemerintah Indonesia dalam menjaga iklim investasi yang stabil, transparan, dan berkelanjutan demi menarik lebih banyak modal strategis dari mitra global.
Indonesia juga membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi investor UAE pada berbagai proyek prioritas nasional, termasuk hilirisasi energi, pembangunan infrastruktur, dan transformasi ekonomi berbasis teknologi.
Bagi UAE, Indonesia dipandang sebagai mitra strategis utama di kawasan Asia Tenggara dengan potensi pasar besar, stabilitas politik yang terjaga, serta agenda pembangunan jangka panjang yang selaras dengan visi diversifikasi ekonomi Abu Dhabi.
Pertemuan ini sekaligus mempertegas arah hubungan Indonesia dan UAE menuju kemitraan strategis komprehensif yang tidak hanya berbasis transaksi ekonomi, tetapi juga orientasi jangka panjang yang saling menguntungkan.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar RI untuk UAE Judha Nugraha, serta Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit P Santosa.
Delegasi tuan rumah di antaranya Wakil Ketua Mahkamah Kepresidenan Hamdan bin Mohamed Al Nahyan, Penasihat Mahkamah Kepresidenan Mohamed bin Hamad Al Nahyan.
Lalu Penasihat Urusan Strategis Ahmed Al Mazrouei, Menteri Energi dan Infrastruktur Suhail Al Mazrouei, serta Duta Besar UAE untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri.
Momentum diplomatik tersebut ditutup dengan undangan Presiden MBZ kepada Presiden Prabowo untuk menghadiri iftar atau buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah, mencerminkan kedekatan personal sekaligus keharmonisan hubungan kedua negara.
Komitmen peningkatan investasi UAE ke Indonesia ini dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta memperluas jejaring kemitraan global Indonesia di tengah dinamika ekonomi dunia yang terus berubah.***