Apple baru saja melakukan sesuatu yang sangat jarang terjadi dalam sejarah bisnisnya: menerima kenaikan harga bahan baku tanpa melakukan perlawanan sedikit pun. Demi mengamankan pasokan chip memori LPDDR5X untuk lini iPhone 17, raksasa asal California ini setuju membayar Samsung dua kali lipat lebih mahal dari harga sebelumnya.
Laporan dari media investasi Korea, DealSite, mengungkapkan bahwa kesepakatan mengejutkan ini terjadi dalam pertemuan darurat antara Apple dan divisi semikonduktor Samsung pada 26 Februari 2026.
Menariknya, Samsung awalnya hanya menargetkan kenaikan 60% dan sengaja melempar angka 100% sebagai gertakan pembuka. Namun, alih-alih menawar, Apple justru langsung mengetok palu.
Efek Domino Demam AI
Langkah “pasrah” Apple ini bukan tanpa alasan. Pasar memori dunia saat ini sedang dilanda kelangkaan parah. Para raksasa seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron tengah memindahkan kapasitas produksi mereka secara besar-besaran untuk membuat High-Bandwidth Memory (HBM) yang sangat dibutuhkan oleh server AI.
Efeknya? Produksi memori standar untuk smartphone menjadi terbengkalai. Harga modul 12GB yang biasanya berada di kisaran $25 kini meroket hingga $70. Firma riset TrendForce bahkan memprediksi harga kontrak memori akan melonjak hingga 95% pada kuartal pertama 2026.
iPhone 18 Terancam?
CEO Apple, Tim Cook, mengakui bahwa kenaikan harga memori ini akan sangat membebani margin keuntungan perusahaan dalam beberapa bulan mendatang. Namun, analis kondang Ming-Chi Kuo menyebut Apple memiliki strategi khusus.
Alih-alih menaikkan harga jual iPhone ke tangan konsumen, Apple kemungkinan besar akan menyerap biaya tersebut. Tujuannya agar harga iPhone 18 tetap stabil, sembari berharap dapat menutup kerugian melalui pendapatan dari sektor layanan (services).
Ketidakpastian hingga 2027
Kelangkaan ini diprediksi tidak akan mereda dalam waktu dekat, setidaknya hingga akhir 2027. Ironisnya, divisi ponsel Samsung pun tidak kebal; jajaran Galaxy S26 mereka juga terpaksa menelan pil pahit kenaikan harga dari suplayer memori mereka sendiri.
Bagi Apple, kesepakatan ini hanya memberikan napas lega hingga pertengahan 2026. Selepas itu, harga memori untuk paruh kedua tahun tersebut masih menjadi teka-teki besar yang bisa mengguncang kestabilan harga perangkat di masa depan.