JAKARTA – Merida Open 2026 menjadi panggung gemilang bagi pasangan Janice Tjen/Katarzyna Piter setelah memastikan tiket semifinal nomor ganda putri lewat kemenangan meyakinkan di Merida, Mexiko, pada Jumat (27/2/2026).
Bertanding di Yucatan Country Club, duet Indonesia–Polandia itu menyingkirkan Marie Bouzkova/Ann Li dengan skor 7-6(3), 6-3 dalam pertarungan dua set yang sarat tekanan.
Hasil Merida Open 2026 ini menegaskan konsistensi Janice Tjen/Katarzyna Piter sepanjang musim, sekaligus membuka peluang besar untuk kembali memburu gelar setelah sukses di awal tahun.
Sejak gim pembuka set pertama, kedua pasangan langsung terlibat reli panjang dan adu strategi di area net maupun baseline dengan intensitas tinggi.
Bouzkova/Li tampil disiplin menjaga ritme permainan sehingga skor terus berimbang dan memaksa set pertama ditentukan lewat tie-break.
Dalam momen krusial tersebut, Janice/Piter tampil lebih tenang dan efektif dalam memaksimalkan poin-poin pendek.
Mereka mengamankan tie-break dengan keunggulan 7-3 sekaligus mengunci set pembuka 7-6.
Memasuki set kedua, tekanan tidak berkurang karena Bouzkova/Li berupaya bangkit dengan meningkatkan agresivitas pengembalian servis.
Skor sempat imbang 3-3 sebelum Janice/Piter menemukan celah lewat variasi pukulan silang dan permainan net yang solid.
Momentum itu dimanfaatkan secara maksimal untuk merebut tiga gim beruntun dan menutup set kedua 6-3.
Kemenangan dua set langsung tersebut memastikan langkah Janice Tjen/Katarzyna Piter ke babak empat besar Merida Open 2026.
Di semifinal, mereka akan menghadapi pasangan unggulan kedua Xinyu Jiang/Cristina Bucsa yang sebelumnya menundukkan Rutuja Bhosale/Makoto Ninomiya dengan skor 6-2, 6-3.
Laga semifinal diprediksi berlangsung ketat mengingat Jiang/Bucsa datang dengan status unggulan serta performa stabil sepanjang turnamen.
Bagi Janice, capaian ini mempertegas tren positifnya pada musim 2026 setelah pada Januari lalu ia bersama Piter sukses merebut gelar di Hobart International di Australia.
Kesempatan menembus final Merida Open 2026 kini menjadi target realistis sekaligus peluang menambah koleksi trofi di kalender WTA musim ini.***