JAKARTA – Mantan perwira intelijen Korps Marinir Amerika Serikat, Scott Ritter, menuding Washington menipu Iran dengan menggunakan perundiingan nuklir sebagai kedok untuk melancarkan serangan gabungana bersama Israel.
“Diplomasi itu tidak pernah nyata—itu hanyalah tipu daya untuk menciptakan rasa aman palsu dan memungkinkan Israel untuk menyerang,” kata Ritter, dilansir dari Sputnik, Minggu (1/3/2026).
Ia menambahkan, “Ini adalah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran. Tujuannya selalu untuk menggulingkan rezim… Iran terpojok dan akan berjuang untuk menghancurkan mereka yang bersekutu melawannya.”
Pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal ke wilayah Israel serta menargetkan infrastruktur militer AS di Timur Tengah.