JAKARTA – Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan udara ke Lebanon menyusul serangan roket Hizbullah.
Kementerian Kesehatan Lebanon pada Senin (2/3/2026) melaloporkan sedikitnya 31 orang tewas dan 149 lainnya luka-luka akibat “serangan musuh Israel” di pinggiran selatan Beirut dan wilayan selatan negara itu.
Seorang jurnalis AFP menyebutkan terdengar ledakan keras di Beirut pada Senin pagi, sementara militer Israel menyatakan telah “mulai menyerang target organisasi teroris Hizbullah di seluruh Lebanon”.
Serangan ini terjadi setelah Hizbullah mengklaim peluncuran roket dan pesawat tak berawak ke Israel, serangan pertama sejak gencatan senjata November 2024. Kelompok tersebut menyebut aksinya sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel terhadap Teheran akhir pekan lalu.
Militer Israel menegaskan pasukannya “secara tepat menyerang” anggota senior Hizbullah di Beirut dan Lebanon selatan. Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan serangan terjadi di berbagai wilayah, termasuk basis kekuasaan Hizbullah di pinggiran selatan Beirut.
Israel juga mengeluarkan peringatan kepada warga di sekitar 50 kota dan desa di selatan serta timur Lebanon. “Tindakan Hizbullah memaksa IDF (tentara) untuk bertindak melawannya… Demi keselamatan Anda, segera evakuasi rumah Anda dan pindah setidaknya 1.000 meter dari desa Anda ke area terbuka,” kata juru bicara tentara Ella Waweya di X.
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam menyebut serangan roket Hizbullah sebagai tindakan “tidak bertanggung jawab” karena membahayakan keamanan Lebanon dan memberi Israel alasan untuk melanjutkan serangan. Ia berjanji akan “menghentikan para pelaku dan melindungi rakyat Lebanon” serta mengadakan pertemuan darurat untuk membahas langkah-langkah lanjutan.
Kepala militer Israel, Eyal Zamir, menegaskan bahwa “Hizbullah melancarkan kampanye melawan Israel dalam semalam, dan sepenuhnya bertanggung jawab atas setiap eskalasi”.
Warga selatan Lebanon Mulai Mengungsi
Sementara itu, NNA melaporkan adanya “pengungsian besar-besaran” dari pinggiran selatan Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Rekaman lokal menunjukkan jalanan dipenuhi kendaraan yang meninggalkan kawasan tersebut.