JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperpanjang peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek pada Sabtu, 7 Maret 2026. Prediksi menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang, dengan peningkatan risiko di beberapa kawasan hingga sangat lebat.
Fenomena ini berpotensi memicu banjir genangan, luapan sungai, tanah longsor, serta gangguan seperti pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur ringan. BMKG menekankan dampak hidrometeorologi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di daerah rawan.
Status Waspada dan Siaga Hari Ini
BMKG menetapkan status waspada (hujan sedang hingga lebat) untuk wilayah berikut:
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kabupaten Tangerang
- Jakarta Pusat
- Jakarta Timur
- Kabupaten Bekasi
- Kota Bekasi
- Kota Depok
Sementara status siaga (hujan lebat hingga sangat lebat) diberlakukan di:
- Jakarta Utara
- Jakarta Barat
- Jakarta Selatan
- Kepulauan Seribu
- Kabupaten Bogor
- Kota Bogor
Tidak ada wilayah Jabodetabek yang masuk kategori **awas** (hujan sangat lebat hingga ekstrem) pada hari ini.
Pola cuaca ini melanjutkan tren dari Jumat, 6 Maret 2026, di mana hujan lebat juga mendominasi beberapa zona serupa. Angin kencang yang menyertai curah hujan tinggi berisiko menambah kerusakan, khususnya di area terbuka atau dekat pepohonan.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
BMKG mengimbau warga Jabodetabek untuk tetap waspada dan proaktif menghadapi cuaca buruk. Langkah antisipasi meliputi:
- Menghindari daerah rawan banjir atau longsor
- Membersihkan saluran air dan drainase agar tidak tersumbat
- Mengamankan benda-benda ringan yang mudah terbawa angin
- Memantau perkembangan informasi cuaca secara real-time
Masyarakat dianjurkan mengakses update terbaru melalui situs resmi bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, atau akun media sosial resmi BMKG. Kesiapsiagaan dini diharapkan dapat mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian materi akibat dampak cuaca ekstrem hari ini.