JAKARTA – Raymond Indra/Nikolaus Joaquin memetik pengalaman berharga setelah menghadapi pasangan peringkat satu dunia Kim Won Ho dan Seo Seung Jae pada semifinal All England 2026 di Utilita Arena Birmingham, Minggu (8/3/2026) dini hari WIB.
Raymond/Nikolaus harus mengakui keunggulan wakil Korea Selatan setelah kalah dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 13-21.
Meskipun gagal melaju ke partai final, Raymond/Nikolaus justru menilai pertandingan tersebut sebagai kesempatan berharga untuk belajar dari pasangan terbaik dunia.
“Kami akan mencoba meniru seperti mereka supaya kami bisa lebih baik ke depannya,” kata Nikolaus dalam keterangan resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia.
Raymond mengungkapkan bahwa pada gim pertama mereka sebenarnya sempat berada dalam posisi yang cukup menguntungkan sebelum akhirnya kehilangan momentum pada poin-poin krusial.
“Puji Tuhan pertandingan berjalan lancar walaupun tadi tidak menang. Di gim pertama kami sudah unggul tapi konsentrasinya kurang jadi lawan bisa membalikkan keadaan. Mereka punya kekuatan yaitu bisa tampil konsisten terutama di poin-poin akhir,” ujar Raymond.
Menurut Raymond, turnamen All England 2026 memberikan pengalaman kompetitif yang sangat penting karena setiap pertandingan mempertemukan mereka dengan lawan yang memiliki kualitas setara.
“Pengalaman yang sangat berharga kami dapat di All England ini. Dari babak pertama kami tidak menemukan lawan yang mudah, semuanya setara di level Super 1000. Makin tinggi levelnya makin susah juga,” katanya.
Nikolaus menambahkan bahwa sejak awal pertandingan kedua pasangan sebenarnya memiliki peluang yang sama untuk meraih kemenangan.
“Pada awalnya kami berpikir sama-sama di lapangan, sama-sama punya kesempatan untuk menang. Tapi hari ini kami mengakui mereka lebih siap,” ujar Nikolaus.
Ia bahkan merasakan perbedaan kualitas permainan pasangan Korea Selatan tersebut sejak sesi pemanasan sebelum pertandingan dimulai.
“Melawan peringkat satu dunia kami banyak mendapat pelajaran. Dari pemanasan saja auranya sudah berbeda. Kim/Seo benar-benar stabil terus dari awal sampai akhir,” katanya.
Pertemuan langsung dengan pasangan nomor satu dunia tersebut memberikan gambaran nyata mengenai standar permainan di level tertinggi bulu tangkis dunia.
Konsistensi permainan yang ditunjukkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae menjadi pelajaran penting yang ingin dipelajari Raymond dan Nikolaus untuk meningkatkan kualitas permainan mereka di masa depan.
Keberhasilan menembus semifinal All England 2026 juga menjadi modal kepercayaan diri yang berharga bagi pasangan muda Indonesia tersebut untuk menghadapi turnamen besar berikutnya.
“Tentu hal ini membuat kami lebih percaya diri dengan hasil semifinal ini. Ke depan tidak boleh dijadikan beban, kami mau menjalani dengan enjoy saja,” kata Nikolaus.
Meskipun langkah mereka terhenti di babak semifinal, perjuangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tetap layak diapresiasi karena mampu bersaing hingga fase akhir salah satu turnamen bulu tangkis paling bergengsi di dunia.***