INDRAMAYU – Proses revitalisasi sekolah di SDN 1 Parean Girang Indramayu mulai berjalan dengan ditandai aktivitas pembongkaran bangunan lama serta penggantian atap dan plafon yang diharapkan menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa di kawasan pesisir Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Suasana sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar kini diiringi suara palu dan pergerakan pekerja konstruksi yang tengah mengerjakan tahap awal revitalisasi ruang kelas di SDN 1 Parean Girang Indramayu.
Program revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana pendidikan agar proses belajar mengajar di sekolah dasar itu dapat berlangsung lebih baik dan aman bagi siswa maupun guru.
Berdasarkan pemantauan di lokasi pada awal Maret 2026, pengerjaan proyek diawali dengan pembongkaran bagian bangunan lama sebelum dilakukan pembangunan kembali dengan struktur yang lebih kokoh dan fasilitas yang lebih layak.
Revitalisasi ruang kelas ini mencakup penggantian atap bangunan, perbaikan plafon, serta pembaruan dinding ruang kelas yang sebelumnya dinilai sudah membutuhkan perbaikan serius.
Meski baru berjalan beberapa hari, perubahan kondisi lingkungan sekolah mulai terlihat dengan sejumlah bagian bangunan yang telah dibongkar sebagai persiapan pembangunan tahap berikutnya.
Kontraktor pelaksana dari CV Tiga Sarana Abadi, Darudin, memastikan bahwa proses revitalisasi sejauh ini berlangsung sesuai rencana tanpa kendala berarti di lapangan.
“InsyaAllah kita sesuai targetnya Pak. Karena kita mulai kan minggu-minggu ini untuk pembongkaran. Alhamdulillah nggak ada kendala,” ujar Darudin, seperti dikutip Minggu (8/3).
Ia menjelaskan bahwa pengerjaan proyek dilakukan secara bertahap agar proses pembangunan berjalan sistematis sekaligus tetap menjaga keselamatan di area sekolah.

Selain memperbaiki fasilitas pendidikan, proyek revitalisasi SDN 1 Parean Girang juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar karena sebagian pekerjaan melibatkan masyarakat setempat.
Keterlibatan warga dilakukan terutama pada pekerjaan fisik sederhana seperti membantu mengangkat material bangunan dan mendukung aktivitas pembangunan di lapangan.
Sementara itu, pekerjaan teknis yang membutuhkan keterampilan khusus tetap ditangani oleh tenaga profesional agar hasil pembangunan memenuhi standar konstruksi yang telah ditentukan.
“Ada pekerja melibatkan masyarakat di sekitar juga. Paling ya perbantuan tenaga kasar kayak ngangkat adukan. Untuk tenaga ahlinya memang kita udah ada,” ucapnya.
Darudin berharap revitalisasi ruang kelas tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan di wilayah pesisir Indramayu.
“Semoga bermanfaat. Mohon juga bangunan yang sudah jadi itu dijaga bareng-bareng. Kita bareng-bareng menjaga,” jelas dia.
Dukungan terhadap pembangunan fasilitas sekolah juga datang dari para orang tua siswa yang menyambut baik adanya revitalisasi ruang kelas tersebut.
Salah seorang wali murid bernama Astri menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan pembangunan yang diberikan kepada sekolah tempat anaknya menempuh pendidikan.
“Mengenai pembangunan ini saya sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas bantuan ini,” ungkap Astri.
Ia berharap perbaikan fasilitas sekolah dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak sekaligus membantu mereka meraih masa depan yang lebih baik.
“Saya berharap anak-anak bisa semakin semangat belajar. Semoga ke depan mereka bisa meraih cita-cita yang lebih baik,” lanjutnya.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa yang menyaksikan langsung proses pembangunan di lingkungan sekolah mereka.
Para siswa merasa bangga sekaligus bersyukur karena sekolah yang menjadi tempat mereka menimba ilmu kini tengah diperbaiki agar lebih layak dan nyaman digunakan.
“Terima kasih Bapak Presiden. Terima kasih Bapak Menteri atas pembangunan sekolah kami,” ucap para siswa.
Revitalisasi SDN 1 Parean Girang Indramayu diharapkan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan dasar di wilayah pesisir sekaligus memperkuat semangat belajar generasi muda.***