ACEH – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI terus mengakselerasi pemulihan wilayah terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan dump truck. Langkah ini difokuskan pada pembersihan akses jalan utama yang tertutup material lumpur dan pasir di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tamiang agar mobilitas masyarakat segera pulih.
Sekretaris BNPP RI Komjen Pol. Makhruzi Rahman menegaskan, pengiriman alat berat dilakukan untuk mempercepat normalisasi jalur transportasi yang menjadi urat nadi aktivitas warga.
“Kami menurunkan ekskavator dan dump truck untuk membantu percepatan pembersihan jalan-jalan umum yang masih tertutup lumpur dan pasir, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Menurut Komjen Pol. Makhruzi, pembersihan juga dilakukan dengan skema cash for work atau padat karya tunai. Skema ini dirancang agar memungkinkan masyarakat setempat terlibat langsung dalam kegiatan pemulihan, seperti pembersihan puing dan lumpur, perbaikan fasilitas umum, hingga penataan lingkungan yang rusak akibat bencana.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan gagasan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI sekaligus Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, agar rehabilitasi pascabencana berjalan efektif dan berdampak langsung bagi ekonomi masyarakat.
“Dengan padat karya tunai, selain akses jalan segera bersih, masyarakat juga mendapatkan kesempatan kerja sementara yang membantu pemulihan kehidupan sehari-hari,” kata Makhruzi.
Melalui mekanisme ini, warga yang terdampak tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga memperoleh penghasilan dari pekerjaan yang mereka lakukan dalam proses pemulihan wilayah.
Komjen Pol. Makhruzi merinci, kegiatan pembersihan lumpur menggunakan alat berat telah dilaksanakan di dua lokasi di Kabupaten Pidie Jaya, yakni Gampong Mancang dan Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua.
Di Kabupaten Bireuen, pembersihan dilakukan di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Bineh Krueng. Sementara di Kabupaten Aceh Tamiang, kegiatan serupa berlangsung di Desa Lando, Kecamatan Rantau.
Setiap kabupaten menerima dukungan dua unit ekskavator dan dua unit dump truck. Secara keseluruhan, BNPP RI mengerahkan enam ekskavator dan enam dump truck untuk mendukung percepatan pembersihan akses jalan di tiga kabupaten tersebut.
Komjen Pol. Makhruzi juga menyampaikan bahwa sejak Sabtu (7/3/2026) dirinya turun langsung ke lapangan di Pidie Jaya dan Bireuen untuk melakukan identifikasi kebutuhan serta pemetaan titik-titik prioritas pembersihan. Ia menegaskan bahwa pembersihan akses jalan umum menjadi fokus utama BNPP RI pada tahap percepatan pemulihan ini.
“Hasil pengamatan kami, masih banyak jalan yang sulit dilalui masyarakat akibat timbunan lumpur pascabanjir. Ini menjadi prioritas karena menyangkut mobilitas dan aktivitas ekonomi warga,” tuturnya.
Dengan mengoptimalkan penggunaan alat berat serta melibatkan masyarakat melalui skema padat karya tunai, BNPP RI berharap akses jalan utama dapat segera kembali berfungsi dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat. Langkah ini diyakini mampu memperlancar mobilitas warga, menggerakkan kembali ekonomi lokal, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah terdampak.