Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius atas serangan brutal yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Presiden menginstruksikan pihak kepolisian untuk mengusut kasus penyiraman air keras tersebut secara objektif, transparan, dan kilat.
“Bapak Presiden memerintahkan untuk diusut secara objektif, terbuka, dan secepat-cepatnya,” tegas Prasetyo Hadi usai rapat koordinasi di Kementerian Pertahanan, Selasa (17/3/2026).
Teror Tengah Malam Usai “Podcast”
Andrie Yunus menjadi korban serangan orang tak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam. Insiden mengerikan itu terjadi tepat setelah Andrie selesai merekam siniar (podcast) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor YLBHI.
Akibat siraman cairan kimia tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius hingga 24 persen dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pihak Istana Kepresidenan pun menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa pembela HAM tersebut.
Upaya Pembungkaman Suara Kritis?
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, melihat ada pola yang sengaja dibentuk dalam serangan ini. Ia menilai tindakan keji tersebut bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan upaya sistematis untuk membungkam masyarakat yang berani melontarkan kritik.
Merespons keresahan publik, Presiden Prabowo disebut telah menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara langsung. Presiden menekankan agar Polri bekerja secara profesional dengan mengedepankan scientific crime investigation guna memastikan keadilan bagi korban dan mencegah preseden buruk bagi demokrasi.
Hingga saat ini, publik menanti langkah nyata Polri untuk mengungkap siapa aktor di balik layar yang bertanggung jawab atas luka permanen yang diderita Andrie Yunus.



