JAKARTA – Globalisasi pendidikan tinggi membuka peluang yang semakin luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan wawasan akademik sekaligus memperkaya pengalaman lintas budaya. Salah satu bentuk nyata dari globalisasi pendidikan tinggi adalah hadirnya berbagai program mobilitas internasional.
Melalui program-program tersebut, mahasiswa dapat merasakan langsung pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional, memahami dinamika budaya yang beragam, serta membangun jejaring global dengan mahasiswa, dosen, dan peneliti dari berbagai negara.
Dalam upaya memperkenalkan berbagai peluang internasional kepada mahasiswa, International Office Universitas Pertamina menyelenggarakan International Office Info Session bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) melalui kegiatan NONGKI (Nongkrong Berkreasi) Edisi Ramadan.
Kegiatan ini menjadi wadah diskusi santai namun informatif bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat berbagai program internasional yang dapat diikuti selama masa studi.
Pada sesi pemaparan, International Office memperkenalkan sejumlah program yang terbuka bagi mahasiswa Universitas Pertamina, seperti student exchange, internship and research attachment, serta berbagai program internasional jangka pendek yang memberikan pengalaman akademik dan profesional di tingkat global.
Program-program tersebut dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi lingkungan akademik dan dunia kerja yang semakin terhubung secara internasional.
Acara ini juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman dari alumni program study abroad Universitas Pertamina, yaitu Afrizal Ichawanul Ulum yang mengikuti program di Chulalongkorn University, Thailand, serta Salsabila Eka Yola yang menjalani program di Kanazawa University, Jepang.
Dalam sesi tersebut, keduanya menceritakan pengalaman selama menjalani studi di luar negeri, mulai dari proses adaptasi dengan lingkungan dan budaya baru hingga berbagai pembelajaran akademik yang mereka peroleh.
Salah satu alumni, Afrizal, menyampaikan bahwa pengalaman belajar di luar negeri memberikan perspektif baru dalam memahami isu lingkungan dari sudut pandang global.
“Belajar di luar negeri membuka wawasan saya tentang bagaimana berbagai negara menangani tantangan lingkungan dengan pendekatan yang berbeda. Pengalaman ini juga mendorong kita untuk lebih percaya diri bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina, Dr. Eng. Ari Rahman, S.T., M.Eng., turut menekankan pentingnya partisipasi mahasiswa dalam program internasional sebagai bagian dari pengembangan kompetensi akademik dan profesional.
Menurutnya, keterlibatan dalam program tersebut tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga melatih kemampuan adaptasi, komunikasi lintas budaya, serta membuka peluang membangun jejaring global yang bermanfaat bagi pengembangan karier di masa depan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Melalui inisiatif ini, Universitas Pertamina turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman akademik internasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan jejaring akademik global yang membuka peluang kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pertukaran pengetahuan lintas negara