JAKARTA – TNI Angkatan Laut (TNI AL) resmi membuka ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026 di Surabaya. Kegiatan ini melibatkan 141 peserta dari 26 negara sebagai wujud diplomasi pertahanan maritim Indonesia.
Pembukaan berlangsung pada Selasa (24/3/2026) dan dipimpin Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksda TNI Yayan Sofiyan. Peserta terdiri dari 55 kadet dari negara ASEAN dan sahabat, 80 Taruna Tingkat II Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73, serta 6 pemuda-pemudi perwakilan Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara.
Kegiatan bertema “Sailing Together for Navy Brotherhood” ini turut dihadiri sejumlah pejabat TNI AL, antara lain Gubernur AAL, Wakil Dan Kodiklatal, Danpasmar 2, Kaskoarmada II, Wakil Gubernur AAL, Wakil Dan Puspenerbal, Wakil Dan Kodaeral V, Wakil Dan STTAL, Kaarsenal, dan Dankodikopsla.
Pelayaran bersama dijadwalkan berlangsung selama 23 hari, mulai 26 Maret hingga 16 April 2026, dengan rute Surabaya – Jakarta – Belawan dan berakhir di Colombo, Sri Lanka. Di Jakarta, pelepasan resmi menuju Belawan dan Colombo akan dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Dalam sambutannya, Laksda TNI Yayan Sofiyan menegaskan kegiatan ini merupakan implementasi diplomasi angkatan laut yang berkontribusi pada politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sekaligus memperkuat diplomasi pertahanan. Program ini juga sejalan dengan arahan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali.
“Harapan ke depan, suatu saat para cadet, taruna, perwira muda dan pemuda-pemudi peserta APCS ini akan menjadi pemimpin di negaranya masing-masing dan sudah tertanam pada jiwa mereka bahwa Navy Brotherhood akan menjadi pondasi,” ujarnya.
Melalui APCS 2026, TNI AL berharap dapat mempererat persahabatan antar kadet angkatan laut berbagai negara, menanamkan nilai kebersamaan di kalangan generasi muda, serta memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama maritim kawasan. Program ini juga menjadi sarana membangun kepercayaan dan solidaritas antar angkatan laut di masa depan.
Kegiatan ini dinilai semakin memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi pertahanan maritim ASEAN Plus, sekaligus mempromosikan semangat persatuan di tengah dinamika geopolitik Indo-Pasifik.