Kabar baik bagi para pejuang arus balik! Di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia yang sempat menyentuh level 100 dolar AS per barel, harga BBM di tanah air terpantau masih “jinak” dan stabil. Hingga Rabu (25/3/2026), seluruh operator SPBU mulai dari Pertamina hingga Shell kompak mempertahankan harga penyesuaian awal Maret lalu.
Meski harga minyak Brent Crude bergerak volatil akibat tensi di Timur Tengah, pemerintah dan operator swasta memastikan tidak ada kejutan harga di puncak arus balik ini. Berikut rinciannya:
1. Pertamina (Andalan Subsidi & Non-Subsidi)
-
Pertalite (RON 90): Rp10.000/liter (Tetap stabil berkat subsidi)
-
Biosolar: Rp6.800/liter
-
Pertamax (RON 92): Rp12.300/liter
-
Pertamax Green 95: Rp12.900/liter
-
Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100/liter
2. Shell Indonesia
-
Shell Super (RON 92): Rp12.390/liter
-
Shell V-Power (RON 95): Rp12.500/liter
-
Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp12.720/liter
3. BP-AKR & Vivo
-
BP 92 / Revvo 92: Rp12.390/liter
-
BP Ultimate / Revvo 95: Rp12.500 – Rp12.930/liter
-
BP Ultimate Diesel / Primus Plus: Rp14.610 – Rp14.620/liter
Mengapa Harga Bisa Stabil?
Stabilitas harga ini menjadi oase di tengah ketidakpastian pasar energi global. Ada dua faktor utama yang memengaruhi kondisi hari ini:
-
Benteng Subsidi: Pemerintah masih kokoh menopang harga Pertalite dan Biosolar agar daya beli masyarakat pasca-Lebaran tidak tergerus.
-
Harapan Gencatan Senjata: Harga minyak dunia sempat anjlok lebih dari 5% pada Rabu pagi seiring meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah, meskipun sebelumnya sempat memanas akibat bantalan isu konflik Iran-AS.