JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya empat kejadian bencana signifikan melanda berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu 24 jam, mulai Kamis (26/3) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (27/3) pukul 07.00 WIB. Peristiwa yang terjadi didominasi bencana hidrometeorologi basah serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam laporan resminya, BNPB menyebut rangkaian kejadian tersebut tersebar di sejumlah daerah di Pulau Jawa hingga Sumatera, dengan dampak kerusakan permukiman hingga ribuan warga terdampak.
Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo. Angin kencang yang dipicu hujan berintensitas tinggi dan berlangsung cukup lama menyebabkan kerusakan pada lima rumah milik enam kepala keluarga (KK).
Atap rumah warga dilaporkan rusak setelah diterjang angin. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat guna penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Kamis (26/3) sekitar pukul 12.30 WIB. Cuaca panas ekstrem yang disertai angin kencang di Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, memicu api dengan cepat meluas hingga membakar lahan seluas sekitar empat hektare.
Petugas gabungan dari BPBD Simalungun, pemadam kebakaran Pos Siantar, serta aparat kepolisian dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Upaya penanganan juga melibatkan koordinasi lintas instansi untuk memastikan kebakaran tidak meluas ke area lain.
Bencana banjir turut melanda Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Kamis (26/3) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Hujan deras menyebabkan Sungai Comal meluap dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 80 sentimeter, bahkan disertai longsor di sejumlah titik.
Banjir tersebut merendam 16 desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Comal, Ulujami, Ampelgading, dan Patarukan. Dampaknya cukup besar, dengan total 7.181 kepala keluarga terdampak dan 6.727 unit rumah terendam.
BPBD Pemalang melakukan evakuasi warga serta menyalurkan bantuan logistik, khususnya kebutuhan pangan. Koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan guna mempercepat penanganan darurat di wilayah terdampak.
Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak Rabu (25/3). Hujan deras di wilayah hulu Sungai Marmoyo, ditambah adanya sumbatan sampah, menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga di Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso.
Sebanyak 60 rumah yang dihuni oleh 60 KK terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar antara 5 hingga 40 sentimeter. BPBD Jawa Timur bersama BPBD Jombang melakukan pemantauan serta koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap potensi bencana, khususnya yang berkaitan dengan cuaca ekstrem.
“Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman,” demikian imbauan BNPB dalam keterangannya.
BNPB juga meminta warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi.
Selain itu, upaya pencegahan karhutla juga menjadi perhatian serius. BNPB mendorong seluruh pihak untuk meningkatkan deteksi dini melalui patroli rutin di wilayah rawan, optimalisasi menara pengawas, serta pemantauan kondisi cuaca secara berkala.
Langkah-langkah tersebut dinilai penting guna meminimalkan risiko serta dampak bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif.