SEMARANG – Internet arus balik Lebaran 2026 menjadi sorotan setelah Kementerian Komunikasi dan Digital memastikan kualitas jaringan tetap stabil dengan kecepatan hingga 110 Mbps di tengah lonjakan mobilitas penumpang.
Internet arus balik Lebaran 2026 yang melayani sekitar 10 ribu penumpang di kawasan Semarang terpantau berjalan tanpa gangguan berarti berkat pengawasan intensif selama 24 jam penuh.
Internet arus balik Lebaran 2026 di titik strategis seperti Stasiun Semarang Tawang menunjukkan performa optimal sehingga aktivitas komunikasi masyarakat tetap lancar dan real time.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria turun langsung melakukan peninjauan ke Posko Mudik Lebaran 2026 guna memastikan kesiapan layanan telekomunikasi di lapangan.
“Di Stasiun Semarang Tawang ini kita dirikan posko untuk memonitor layanan dan kualitas servis yang diberikan oleh operator seluler serta jaringan telekomunikasi yang ada,” ujarnya di Posko Mudik Lebaran 2026, Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/03/2026).
Pengawasan dilakukan secara terpadu oleh Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Semarang bersama operator seluler untuk menjaga stabilitas jaringan di tengah peningkatan trafik komunikasi.
Hasil monitoring menunjukkan kualitas jaringan tetap kuat dengan kecepatan unduh dan unggah berada di kisaran 70 hingga 110 Mbps.
“Kecepatan upload dan download yang kita pantau mencapai di atas rata-rata 70 sampai 110 Mbps. Ini dalam kondisi sangat baik untuk mendukung aktivitas masyarakat,” kata Nezar.
Pergerakan penumpang di Stasiun Semarang Tawang saat masa mudik tercatat mencapai sekitar 10 ribu orang dan diprediksi akan kembali terjadi pada arus balik.
Puncak arus balik Lebaran 2026 diperkirakan berlangsung pada 28 hingga 29 Maret dengan potensi lonjakan mobilitas yang signifikan.
“Dengan jumlah tersebut, layanan tetap stabil dan belum ada gangguan yang signifikan,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi gangguan di masa puncak, Komdigi mengaktifkan sistem pemantauan berkelanjutan dengan tim siaga sepanjang waktu.
Tim teknis ditugaskan untuk mendeteksi potensi gangguan lebih awal sekaligus melakukan penanganan cepat demi menjaga kualitas layanan.
“Kami memiliki tim yang bersiaga penuh untuk memantau dan mengidentifikasi gangguan, serta segera memberikan solusi,” ujarnya.
Koordinasi lintas operator dan pemangku kepentingan terus diperkuat agar jaringan tetap stabil hingga arus balik selesai.
“Kita siap mendukung arus balik satu sampai dua hari ke depan agar masyarakat tetap terhubung dengan lancar saat kembali beraktivitas,” pungkas Nezar.***