JAKARTA – Duel panas Liverpool vs PSG pada leg kedua perempat final Liga Champions 2025-2026 bakal tidak mudah bagi Achraf Hakimi dan mengungkapkan tensi tinggi di laga penentuan tersebut pada Rabu (15/4/2026) pukul 02.00 WIB dini hari.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit di Anfield setelah keunggulan agregat 2-0 milik PSG pada leg pertama, namun situasi ini belum menjamin apa pun bagi tim asal Paris tersebut.
Liverpool vs PSG bukan sekadar pertandingan biasa karena atmosfer Anfield, mentalitas tim, hingga isu di luar lapangan ikut memengaruhi dinamika laga yang akan digelar pada Selasa malam waktu Eropa.
Bek kanan PSG, Achraf Hakimi, menegaskan bahwa timnya tidak menganggap diri sebagai favorit meski unggul agregat.
“Kami tidak melihat adanya tim favorit karena dalam sepak bola, selisih dua gol bisa saja dibalikkan,” ujar Hakimi dalam konferensi pers, dilansir PF.parisfans, Selasa (14/4/2026).
Hakimi menambahkan bahwa fokus penuh dan perhatian terhadap detail menjadi kunci bagi PSG untuk mengamankan tiket semifinal.
“Liverpool pasti akan memberikan segalanya, dan kami juga harus melakukan hal yang sama,” tegasnya.
Ia menilai kepercayaan diri PSG saat ini jauh lebih kuat dibanding musim lalu berkat status sebagai juara bertahan.
Menurutnya, pengalaman tersebut membantu tim dalam menghadapi tekanan di laga besar seperti ini.
Atmosfer Anfield yang terkenal intimidatif justru tidak membuat Hakimi gentar.
Ia menyebut pengalaman sebelumnya bermain di stadion tersebut menjadi modal penting untuk tetap tenang.
“Kami tahu atmosfernya luar biasa, tapi kami juga punya dukungan besar dari fans kami,” katanya.
Di luar lapangan, Hakimi juga menanggapi tuduhan serius yang sempat menyeret namanya.
Ia memastikan tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
“Saya tahu tuduhan itu tidak benar, dan saya fokus ke pertandingan sambil mempercayakan semuanya kepada pengacara dan sistem hukum,” ucapnya.
Hakimi mengakui musim ini sangat melelahkan secara fisik dan mental, terutama setelah cedera dan padatnya jadwal pertandingan.
Namun ia menegaskan telah kembali ke kondisi terbaiknya setelah bekerja keras bersama tim.
“Saya sekarang merasa 100 persen dan terus meningkatkan performa di setiap pertandingan,” ungkapnya.
Peran pelatih Luis Enrique juga dinilai sangat berpengaruh terhadap perkembangan permainan Hakimi.
Ia menyebut sang pelatih mengubah cara pandangnya tentang posisi bek sayap menjadi lebih fleksibel dan modern.
“Luis Enrique memberi kami perspektif baru dan membantu meningkatkan level permainan kami,” jelasnya.
Sebagai pemain berpengalaman, Hakimi kini juga mengambil peran kepemimpinan di dalam tim.
Ia berusaha menularkan semangat dan pesan dari pelatih serta kapten kepada rekan-rekannya.
Hakimi menegaskan PSG tetap rendah hati meski mulai disegani di Eropa.
“Kami tidak merasa lebih hebat dari siapa pun, yang terpenting adalah menikmati permainan dan terus bekerja keras,” katanya.
Menjelang fase akhir kompetisi, PSG memilih untuk tetap fokus tanpa membicarakan final terlalu jauh.
Hakimi menegaskan setiap pertandingan adalah momen krusial yang harus dijalani dengan maksimal.
“Kami masih punya peluang besar dan harus memberikan segalanya di setiap laga,” tutupnya.***