JAKARTA – Liverpool tersingkir dari Liga Champions dan peluang mempertahankan gelar Premier League nyaris tertutup setelah tertinggal jauh dari Arsenal dengan hanya enam laga tersisa musim ini.
Musim penuh kekecewaan dan masa transisi besar ini mendorong manajemen untuk menyiapkan perombakan skuad lebih dalam pada bursa transfer musim panas nanti.
Berikut sembilan pemain Liverpool yang hampir pasti tinggalkan Anfield musim ini sepert dikutip dari The Telegraph, Kamis:
1. Mohamed Salah: Kepergian yang Tinggalkan Kekosongan Besar
Tur perpisahan sang bintang Mesir tak berjalan manis, dan momen ketika Khvicha Kvaratskhelia memeluknya usai gol kedua Paris Saint-Germain di Anfield menjadi pengingat betapa besar statusnya di dunia sepak bola.
Meski performanya musim ini menurun, kepergian Salah diprediksi meninggalkan lubang besar di lini serang dan identitas permainan Liverpool.
2. Andy Robertson: Pemimpin Ruang Ganti yang Mulai Tersisih
Kapten Timnas Skotlandia itu disebut akan memprioritaskan pindah ke Tottenham bila klub London tersebut bertahan di Premier League.
Menjual bek kiri berpengalaman yang berperan besar dalam membangun kultur dan standar di ruang ganti dinilai sebagai perjudian besar bagi klub.
3. Curtis Jones: Aset Bernilai Tinggi yang Mulai Gelisah
Gelandang produk akademi ini menarik minat beberapa klub top Eropa karena berstatus pemain timnas Inggris, berpengalaman, dan baru menyisakan satu tahun kontrak.
Minimnya kesempatan bermain sebagai starter membuat peluang hengkang ke klub seperti Inter Milan terbuka lebar jika tawaran besar datang.
4. Harvey Elliott: Proyek Pemain Muda yang Gagal Bersinar
Musim pinjaman di Aston Villa yang semestinya menjadi ajang menambah jam terbang justru berbalik menjadi langkah mundur dalam kariernya.
Liverpool disebut tidak terburu-buru memulangkannya ke Anfield dan lebih condong memanfaatkan momen ini untuk melepasnya secara permanen demi kepastian menit bermain.
5. Federico Chiesa: Dari Kultus Idola ke Tersisih dari Rencana
Awal musim, namanya kerap dielu-elukan di tribun Anfield, terutama setelah gol penting ke gawang Bournemouth pada pekan pembuka musim lalu.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, perannya kian menghilang dan sulit membayangkan kontraknya diperpanjang satu tahun lagi di Merseyside.
6. Calvin Ramsay: Harapan Muda yang Kehabisan Waktu
Didatangkan dari Aberdeen pada 2022 dengan nilai sekitar £4,2 juta, Ramsay awalnya diproyeksikan sebagai bek kanan masa depan klub.
Hanya dua kali tampil sebagai starter musim ini, dan pernyataan Arne Slot pada Januari yang menegaskan ia bukan pilihan utama memperkuat indikasi kontraknya yang habis musim panas ini tidak akan diperpanjang.
7. Rhys Williams: Pahlawan Darurat yang Kini Tanpa Kontrak
Bek tengah ini sempat menjadi pahlawan darurat pada musim 2020-2021 ketika membantu menambal krisis cedera di lini belakang dan mengantar Liverpool lolos ke Liga Champions.
Serangkaian masa pinjaman di klub-klub berbeda tidak pernah benar-benar mengangkat kariernya sehingga kontraknya yang habis pada Juni hampir pasti tidak akan diperpanjang.
8. Joe Gomez: Servis Panjang, Saatnya Tantangan Baru?
Musim panas lalu, ia nyaris meninggalkan klub setelah gagal terealisasinya transfer Marc Guéhi yang membuka peluang kepindahannya ke Crystal Palace, Brighton, hingga AC Milan.
Dengan minat yang tetap tinggi dan statusnya sebagai pemain serba bisa, momen ini bisa menjadi titik logis untuk mencari tantangan baru di luar Anfield.
9. Alexis Mac Allister: Nama Besar yang Bisa Jadi “Modal Rebuild”
Performa yang naik turun, sisa kontrak dua tahun, dan belum adanya pembicaraan perpanjangan membuka kemungkinan gelandang Argentina itu dijual untuk mendanai fase berikutnya dari proyek peremajaan skuad.
Minat dari sejumlah klub Eropa membuat Mac Allister berpotensi menjadi salah satu aset paling bernilai jika benar-benar masuk daftar jual.
***
