JAKARTA — Stres tidak selalu datang dari masalah besar. Kadang, kebiasaan yang tampak kecil dan sepele juga turut membuat stres kehidupan kita. Tanpa disadari, rutinitas yang dilakukan berulang kali dapat menguras energi mental dan membuat pikiran terasa berat.
Dilansir dari IDN dan Liputan6, berikut tujuh perbuatan kecil yang diam-diam membuat stres.
1. Terjebak dalam Obsesi Pencapaian
Menyusun daftar pencapaian memang baik untuk masa depan karena membuat hidup lebih teratur dan terarah. Namun, daftar tersebut bisa menjadi kontraproduktif ketika seseorang tidak mampu mencapainya. Merencanakan atau terobsesi secara berlebihan atas target yang ingin diraih justru dapat memicu kecemasan dan menghambat produktivitas. Untuk meringankan beban tersebut, pilih beberapa hal yang benar-benar menjadi prioritas. Berhasil atau tidak, tetaplah menghargai diri sendiri atas kerja keras yang sudah dilakukan.
2. Larut dalam Tayangan Televisi
Menonton televisi memang dapat membuat otak dan tubuh lebih santai, meskipun hal itu tergantung pada konten yang ditonton. Sayangnya, perasaan rileks tersebut sering kali berhenti setelah televisi dimatikan. Berbeda dengan setelah berolahraga atau bertemu teman, menonton terlalu lama justru bisa menimbulkan rasa gelisah dan tidak produktif. Meski tidak ada salahnya bersantai dengan menonton tayangan favorit, kebiasaan menonton berjam-jam dapat mengganggu kualitas tidur dan menguras waktu yang berharga.
3. Menunda hingga Pekerjaan Menumpuk
Kebiasaan menunda sering kali muncul ketika seseorang merasa takut gagal, tidak yakin, atau ragu dalam bertindak. Terlepas dari alasan apa pun, tekanan akibat penundaan tugas dapat membuat stres dengan tingkatan yang cukup tinggi, apalagi jika pekerjaan yang diabaikan mulai menumpuk. Pada akhirnya, semua tugas itu tetap harus dikerjakan sekaligus. Kebiasaan menunda pekerjaan sejatinya tidak memberikan keuntungan apa pun, justru hanya menambah beban pikiran tanpa memberikan solusi.
4. Selalu Hadir Terlambat
Kebiasaan terlambat membuat seseorang selalu berada dalam kondisi tergesa-gesa. Hari-hari pun dijalani dengan penuh kegelisahan, baik saat mengejar janji, membayar tagihan, maupun sekadar berangkat kerja. Meski terlihat sepele, dampaknya cukup besar karena menambah beban stres yang harus ditanggung setiap harinya. Untuk menghindarinya, luangkan waktu untuk mengurus setiap kebutuhan satu per satu dan manfaatkan fitur pengingat pada ponsel agar lebih terorganisasi.
5. Membanjiri Otak dengan Terlalu Banyak Rangsangan
Otak manusia pun bisa mengalami kelelahan. Ketika mendapat stimulasi berlebihan, otak tidak lagi mampu memproses seluruh informasi yang dipaksakan masuk. Lambat laun, konsentrasi memudar, kinerja otak melambat, dan stres pun tak terhindarkan. Memberikan jeda bagi otak untuk beristirahat adalah hal yang tidak kalah penting dari menjaga tubuh tetap aktif.
6. Tak Bisa Lepas dari Layar Ponsel
Tanpa disadari, banyak orang membuka ponsel berkali-kali dalam sehari. Notifikasi yang terus bermunculan membuat pikiran sulit benar-benar beristirahat. Selain itu, paparan informasi yang berlebihan juga membuat otak terasa penuh, terutama ketika seseorang terus-menerus membandingkan dirinya dengan apa yang dilihat di media sosial. Mengurangi frekuensi penggunaan ponsel terbukti dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang dan jernih.
7. Memaksakan Diri Tanpa Jeda Istirahat
Banyak orang merasa harus terus produktif tanpa jeda. Padahal, bekerja tanpa istirahat justru membuat tubuh dan pikiran cepat lelah. Kurangnya waktu untuk berhenti sejenak menyebabkan energi terkuras lebih cepat, sehingga seseorang lebih mudah merasa stres. Memberikan waktu istirahat yang cukup justru membantu seseorang kembali fokus, lebih tenang, dan pada akhirnya bekerja dengan lebih efektif.
Itulah tujuh kebiasaan yang diam-diam membuat stres seseorang.
Mengelola stres sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal kecil yang ada dalam kendali diri sendiri. Mengenali kebiasaan-kebiasaan yang tanpa sadar memperburuk kondisi mental adalah langkah pertama yang penting. (ACH)