JAKARTA – Mabes TNI memberikan klarifikasi resmi terkait informasi yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan penembakan terhadap seorang anak di Papua. Institusi militer menegaskan bahwa terdapat dua insiden berbeda yang terjadi pada 14 April 2026 di lokasi terpisah dan tidak memiliki keterkaitan satu sama lain.
Penjelasan itu disampaikan guna meluruskan narasi yang beredar serta memberikan pemahaman utuh kepada publik mengenai rangkaian kejadian di lapangan. Berdasarkan data yang dihimpun, dua peristiwa tersebut berlangsung di kampung berbeda dengan jarak sekitar 7 kilometer serta dalam waktu yang tidak bersamaan.
“Terdapat dua kejadian berbeda yang sama-sama terjadi pada tanggal 14 April 2026 di lokasi yang tidak sama, sehingga tidak dapat disimpulkan sebagai satu peristiwa yang saling berkaitan,” demikian penjelasan resmi TNI.
Kontak Tembak dengan Kelompok Bersenjata di Kampung Kembru
Insiden pertama terjadi di Kampung Kembru, Papua. Berdasarkan laporan warga, aparat menerima informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, prajurit TNI kemudian melakukan patroli dan pengecekan ke lokasi.
Saat tim tiba di area sasaran, personel TNI disebut mendapat serangan tembakan dari kelompok bersenjata sehingga terjadi kontak tembak. Dalam baku tembak tersebut, empat anggota kelompok bersenjata dilaporkan berhasil dilumpuhkan.
“Prajurit TNI melaksanakan patroli dan pengecekan. Saat tiba di lokasi, tim mendapat tembakan dari kelompok bersenjata tersebut sehingga terjadi kontak tembak,” ujar keterangan resmi itu.
Usai kejadian, aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Barang bukti yang disita antara lain dua pucuk senjata rakitan, satu pucuk senapan angin, munisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm, serta satu selongsong peluru.
Selain itu, ditemukan pula busur beserta anak panah, parang, kapak, pedang, pisau, beberapa unit telepon genggam, handy talky (HT), bendera OPM, dokumen identitas, hingga perlengkapan pribadi lainnya.
Anak Meninggal di Kampung Jigiunggi Masih Diselidiki
Sementara itu, insiden kedua terjadi di Kampung Jigiunggi, Papua. Aparat TNI menerima laporan dari kepala kampung setempat mengenai adanya seorang anak yang meninggal dunia dengan luka tembak.
Mendapat informasi tersebut, TNI langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan memastikan adanya korban jiwa. Namun, penyebab pasti kematian korban hingga kini masih dalam proses pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut.
“TNI segera melakukan pengecekan dan memastikan adanya korban tersebut. Namun demikian, hingga saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian,” bunyi pernyataan resmi.
TNI Bantah Terlibat
TNI menegaskan tidak ada keterlibatan personel militer dalam peristiwa penembakan terhadap anak di Kampung Jigiunggi. Menurut TNI, saat kejadian tidak terdapat patroli prajurit di wilayah tersebut.
“TNI menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan prajurit TNI dalam peristiwa penembakan terhadap anak tersebut. Kedua peristiwa terjadi di lokasi yang berjauhan, waktu yang berbeda dan tidak saling berkaitan,” tegas keterangan itu.
TNI juga menyatakan tetap berkomitmen menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan akuntabel, termasuk dalam penanganan situasi keamanan di Papua.
Klarifikasi ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap situasi keamanan di Papua, terutama menyangkut keselamatan warga sipil dan penegakan hukum di wilayah konflik.