JAKARTA– Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) menyampaikan bahwa proses penjaringan bakal calon Ketua Umum periode 2026–2031 telah dilaksanakan dan dinyatakan selesai sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
Ketua Steering Committee (SC) KBPP Polri, Enita Adyalaksmita, bersama jajaran Steering Committee dan Organizing Committee (OC), menjelaskan seluruh tahapan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi dari pengurus daerah di seluruh Indonesia.
“Proses penjaringan Bakal Calon Ketua Umum periode 2026–2031 telah dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi yang berlaku, secara transparan, akuntabel, dan partisipatif,” ujar Enita dalam keterangannya.
Tahapan penjaringan berlangsung pada 5 hingga 14 April 2026. Proses tersebut mencakup sosialisasi, penerimaan dukungan dari Pengurus Daerah (PD), serta pemenuhan persyaratan administratif sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
KBPP Polri menilai keterlibatan Pengurus Daerah dalam tahapan tersebut mencerminkan partisipasi kader secara nasional dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi.
Selanjutnya, Panitia Pengarah melaksanakan verifikasi dan penetapan hasil penjaringan pada 19 April 2026. Berdasarkan hasil verifikasi, terdapat satu kandidat yang mendaftar dan memenuhi seluruh persyaratan administratif.
Kandidat tersebut adalah Evita Nursanty yang memperoleh dukungan dari 27 Pengurus Daerah KBPP Polri.
“Panitia menetapkan terdapat satu kandidat yang memenuhi persyaratan administratif dan memperoleh dukungan dari 27 Pengurus Daerah, yaitu Evita Nursanty,” demikian keterangan panitia.
Dukungan tersebut disebut sebagai bagian dari aspirasi pengurus daerah yang disampaikan melalui mekanisme organisasi.
Panitia juga menyampaikan bahwa seluruh rangkaian proses telah dilaporkan dan dikomunikasikan kepada pembina organisasi. Arahan yang diberikan menekankan pentingnya menjaga proses tetap berjalan sesuai koridor organisasi serta menjunjung soliditas internal.
Munas KBPP Polri dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 16 Mei 2026. Agenda tersebut menjadi forum penting bagi organisasi untuk melakukan konsolidasi, evaluasi program kerja, serta menyusun langkah strategis ke depan.
Selain itu, Munas diharapkan dapat memperkuat peran KBPP Polri sebagai organisasi yang solid, modern, dan berwibawa dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
KBPP Polri juga mengajak seluruh kader di berbagai daerah untuk terus menjaga persatuan, mempererat soliditas, dan menyukseskan pelaksanaan Munas.
“Seluruh kader diharapkan dapat bersama-sama menyukseskan Munas dengan penuh tanggung jawab serta semangat kebersamaan,” tutupnya.