Sirkuit Nordschleife yang dijuluki “Neraka Hijau” kembali menunjukkan sisi gelapnya. Pada Sabtu (18/4/2026), ajang kualifikasi ADAC 24H Nurburgring (NLS4) yang dinanti-nantikan karena kehadiran Max Verstappen, harus berakhir prematur akibat kecelakaan horor yang melibatkan tujuh mobil sekaligus.
Balapan yang baru berjalan sekitar 25 menit itu langsung dihentikan total (red flag) saat insiden terjadi di sektor Klostertal. Setelah penundaan selama lebih dari dua jam, pihak penyelenggara membawa kabar duka yang mengejutkan dunia otomotif.
Kabar Duka dari Pusat Medis
Dalam konferensi pers resmi pukul 20.00 waktu setempat, dikonfirmasi bahwa Juha Miettinen, pembalap yang mengendarai BMW bernomor pintu 121, dinyatakan meninggal dunia. Meski tim medis telah berupaya keras melakukan resusitasi setelah mengevakuasinya ke pusat medis, nyawa pembalap tersebut tidak tertolong.
Enam pembalap lainnya yang terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Beruntung, kondisi mereka dilaporkan stabil dan tidak dalam keadaan kritis.
Max Verstappen, yang turun membela Team Verstappen Mercedes dengan mobil nomor 3, sedang berada di posisi kesembilan saat balapan dihentikan. Pilot Red Bull F1 tersebut kembali ke Nurburgring untuk melakoni kualifikasi demi mendapatkan izin membalap di ajang bergengsi 24 Jam Nurburgring. Namun, ambisi balap malam itu sepenuhnya dikesampingkan demi menghormati tragedi yang terjadi.
Penghormatan di Hari Minggu
Pihak penyelenggara NLS secara resmi membatalkan sisa balapan NLS4 pada Sabtu malam dan tidak akan ada pemenang yang diumumkan.
Untuk balapan lanjutan (NLS5) yang dijadwalkan pada Minggu pukul 13.00 waktu setempat, suasana dipastikan akan sangat emosional. Seluruh pembalap dan kru akan mengheningkan cipta selama satu menit di garis start sebagai penghormatan terakhir untuk mendiang Juha Miettinen.
“Pikiran dan doa kami bersama keluarga serta kerabat yang ditinggalkan oleh Juha Miettinen,” tulis pernyataan resmi penyelenggara NLS.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi dunia balap akan risiko besar yang selalu mengintai di setiap tikungan sirkuit paling berbahaya di dunia tersebut.