JAKARTA – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menembak jatuh sejumlah drone Iran yang menargetkan kapal komersial di Selat Hormuz pada Sabtu pagi. CENTCOM menyatakan di platform X bahwa semua drone berhasil dihancurkan dan arus lalu lintas di selat tetap berjalan normal.
Beberapa jam sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad “belum pernah sedekat ini”. Namun, ia juga menekankan bahwa kesepakatan belum bisa dipastikan sebelum semua isu disepakati penuh. Seorang pejabat senior AS memperkirakan peluang penandatanganan kesepakatan mencapai 80–85 persen.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengonfirmasi bahwa teks akhir kesepakatan damai telah dicapai, sementara Swiss menawarkan diri sebagai lokasi penandatanganan. Araghchi menyebut kesepakatan akan ditandatangani secara digital dalam beberapa hari mendatang.
Di sisi lain, CNN melaporkan bahwa Iran dalam beberapa pekan terakhir meruntuhkan terowongan dan memasang ranjau di gudang penyimpanan uranium, membuat proses pemindahan material nuklir jauh lebih sulit dan berisiko. Mantan pejabat Administrasi Keamanan Nuklir Nasional AS, Scott Roecker, memperingatkan bahwa langkah ini bisa membuat sebagian persediaan uranium tidak dapat diverifikasi.
Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kedaulatan Iran dan Oman, dengan pengelolaan baru yang akan diumumkan bersama. Ia juga menekankan bahwa satu-satunya metode yang diterima terkait uranium adalah pengenceran di dalam Iran.
Versi kesepakatan yang diklaim Gedung Putih berbeda dengan pernyataan Iran. Menurut pejabat AS, Iran setuju untuk membongkar program nuklir, menghancurkan persediaan uranium, serta membuka kembali Selat Hormuz, dengan dana beku baru akan dikembalikan setelah komitmen dipenuhi.