Garuda Tv – Fenomena “Pulau Sampah” yang sempat muncul di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan setelah sempat viral dan memicu keresahan publik. Meski tumpukan sampah yang menyerupai daratan tersebut telah dibersihkan, para ahli menilai persoalan ini belum sepenuhnya selesai.
Bagi para nelayan Muara Angke, keberadaan tumpukan sampah tersebut bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas melaut. Jalur keluar-masuk perahu menjadi terhambat, bahkan sejumlah nelayan mengaku peralatan mereka kerap tersangkut sampah di perairan.
“Nelayan itu kesulitan untuk keluar, akses keluar masuknya itu. Pada saat air surut terjadi pendangkalan. Selain itu baling-baling sering kena sampah, bisa berisiko kecelakaan atau kapal terdampar,” ujar Warya, seorang nelayan Muara Angke.
Selain mengganggu aktivitas ekonomi, masyarakat pesisir juga mengeluhkan dampak kesehatan akibat pencemaran lingkungan, termasuk meningkatnya risiko penyakit kulit akibat paparan air yang tercemar sampah.
Muhammad Agus Salim, warga lainnya, menyebutkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan kerap memicu gangguan kesehatan di lingkungan sekitar.
“Kalau sampah ini banyak, timbul banjir, penyakit kulit. Udah jelas dari dulu,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah melakukan operasi besar-besaran untuk membersihkan kawasan tersebut. Ratusan personel dikerahkan bersama alat berat dan armada pengangkut sampah untuk mengangkat timbunan sampah di perairan Muara Angke dan Kali Adem.
Dalam empat hari operasi, sedikitnya 8,8 ton sampah berhasil diangkut. Setelah pembersihan, jalur pelayaran nelayan kembali terbuka dan tumpukan sampah yang sempat viral dilaporkan sudah tidak terlihat.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa pembersihan tersebut hanya bersifat sementara. Selama sumber sampah dari wilayah hulu tidak ditangani secara sistematis, maka penumpukan serupa berpotensi kembali terjadi.
Muara Angke disebut hanya sebagai titik akhir dari aliran sampah yang terus mengalir setiap hari melalui sungai-sungai dari kawasan Jabodetabek menuju Teluk Jakarta.
Tanpa pembenahan menyeluruh dari hulu hingga hilir, fenomena “pulau sampah” dinilai akan terus berulang dan menjadi ancaman serius bagi lingkungan pesisir Ibu Kota.
Caption, Editor & Upload: Tijani
GARUDA TV – Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya
Saksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:
www.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45
Scan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.
🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel https://www.youtube.com/@garudatv.official
🔴 Follow our Official TikTok https://www.tiktok.com/@garudatvnews
🔴 Like our Official Facebook https://www.facebook.com/garudatv.official
🔴 Follow our Official Instagram https://www.instagram.com/garudatv.official/