JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan yang dimediasi Pakistan dengan Iran berpeluang berlangsung dalam 36 hingga 72 jam. Hal itu diungkapkan Trump melalui pesan singkat yang dikutip The New York Post, Kamis (23/4/2026).
“Itu mungkin! Presiden DJT,” tulis Trump dalam pesannya.
Sumber di Islamabad menyebutkan upaya mediasi berjalan positif, meski situasi keamanan di ibu kota Pakistan masih diperketat. Jalan menuju Zona Merah tetap ditutup, sementara sekolah, asrama, dan layanan transportasi umum ditangguhkan sejak pekan lalu. Pada Rabu, dua terminal bus di Rawalpindi kembali dibuka secara terbatas.
Putaran kedua pembicaraan dijadwalkan berlangsung pekan ini di Pakistan. Namun, Teheran menegaskan tidak akan hadir kecuali Amerika Serikat mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran. Washington sendiri berencana mengirim delegasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance.
Trump sebelumnya memperpanjang gencatan senjata dua minggu dengan Iran untuk memberi waktu Teheran menyiapkan “proposal terpadu.” Amerika Serikat menuntut pembukaan kembali Selat Hormuz, yang sebagian besar ditutup sejak serangan AS–Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Pakistan sebelumnya menjadi penengah gencatan senjata awal pada 8 April dan tuan rumah pertemuan tingkat tinggi pada 11–12 April. Namun, negosiasi berakhir tanpa kesepakatan. Gencatan senjata yang seharusnya berakhir Rabu kembali diperpanjang Trump tanpa batas waktu baru.