JAKARTA – Tempe dikenal sebagai makanan populer di Indonesia dengan beragam olahan dan cara penyajian yang mudah. Namun, di bali kandungan nutrisinya, ada kondisi kesehatan tertentu yang membuat konsumsi tempe tidak disarankan.
Pertama, penderita anemia. Meski tempe rendah kalori dan dipercaya mampu mengendalikan kolesterol serta tekanan darah, konsumsi berlebihan dapat menghambat penyerapan zat besi. Akibatnya, risiko anemia atau kurang darah bisa meningkat.
Kedua, penderita asam urat. Menurut Health Line yang dikutip Kompas.com, asam urat dapat dipicu oleh kombinasi faktor keturunan, hormonal, dan makanan. Kandungan purin dalam kedelai sebagai bahan dasar tempe berada pada kategori sedang, yakni sekitar 9–100 mg per 100 gram. Namun, jika diolah dengan cara digoreng atau ditambah bahan lain, kadar purin bisa meningkat.
Tempe dan Tahu
Dalam Buku Menu dan Resep untuk Penderita Asam Urat (2008) karya Rita Ramayulis dan Trina Astuti, disebutkan bahwa penderita asam urat sebaiknya membatasi asupan purin hanya 100–150 mg per hari. Karena itu, tempe dan tahu sebagai olahan kedelai sangat disarankan untuk dihindari oleh penderita asam urat.