JAKARTA – Puluhan aktivis dari armada bantuan Gaza yang dicegat Israel di perairan internasional akhirnya diturunkan di Pulau Kreta, Yunani, pada Kamis (1/5/2026).
Sekitar 175 aktivis, sebagian besar warga negara Eropa, dikawal Penjaga Pantai Yunani menuju pelabuhan Atherinolakkos dengan empat bus. Saat mendekati pelabuhan, mereka meneriakkan seruan “Free Palestine.”
Dilansir Hurriyet Daily News, Kementerian Luar Negeri Turki menyebut warga negaranya yang ikut dalam armada dijadwalkan tiba di Istanbul hari ini. Armada yang terdiri atas lebih 50 kapal sebelumnya berlayar dari Marseille, Barcelona, dan Syracuse dengan tujuan mematahkan blokade Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein, mengatakan seluruh aktivis kini berada di Yunani, kecuali Saif Abu Keshek dan Thiago Avila yang dibawa ke Israel untuk diinterogasi. Israel menyebut flotilla itu sebagai “provokasi” dan menuding Keshek berafiliasi dengan organisasi teroris.
Sejumlah pemerintah Eropa mengecam penahanan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional, sementara Amerika Serikat mendukung Israel dengan menyebut flotilla sebagai “aksi publisitas.” Washington bahkan mempertimbangkan menjatuhkan “konsekuensi” bagi pihak yang mendukung armada tersebut.
Armada Global Sumud sebelumnya juga menarik perhatian dunia pada 2025. Kala itu, kapal-kapal mereka dicegat Israel di lepas pantai Mesir dan Gaza, dengan sejumlah aktivis internasional termasuk Greta Thunberg ditangkap dan kemudian diusir.