JAKARTA – Indonesia dan Jerman kembali menegaskan komitmen strategis mereka dalam memperkuat kerja sama internasional guna menjaga stabilitas serta perdamaian dunia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Pertemuan bilateral berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier pada Senin (15/6) dengan agenda penguatan kemitraan diplomatik.
Kedua negara sepakat menempatkan diplomasi, dialog, dan kolaborasi internasional sebagai fondasi utama dalam merespons berbagai konflik global yang terus berkembang.
“Presiden Steinmeier dan saya sependapat semua konflik harus diselesaikan melalui perundingan. Dan kita bekerja sama di bidang diplomasi untuk meningkatkan dan memastikan perdamaian dan stabilitas global,” kata Prabowo.
Prabowo Subianto menilai bahwa Jerman memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan kekuatan global sekaligus memperkuat tatanan dunia yang damai dan stabil.
“Kunjungan Presiden Jerman kali ini adalah tanda bahwa hubungan itu sangat penting,” ujarnya.
Presiden Frank-Walter Steinmeier menegaskan bahwa kunjungannya ke Indonesia dilakukan di tengah situasi global yang penuh ketegangan dan konflik berkepanjangan.
“Saya kembali berkunjung ke sini karena dalam situasi ketika dunia terguncang oleh kekerasan di banyak kawasan. Kemitraan Jerman dan Indonesia menjadi sangat berarti,” ujar Steinmeier.
Ia juga menyoroti berbagai konflik global yang masih berlangsung mulai dari perang di Eropa hingga krisis kemanusiaan di kawasan Timur Tengah yang membutuhkan solusi diplomatik segera.
Dalam pembahasan tersebut, kedua negara menegaskan kesamaan pandangan terhadap pentingnya hukum internasional serta prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai dasar penyelesaian konflik.
Steinmeier menilai kawasan Indo-Pasifik semakin strategis dalam arsitektur keamanan global dan menempatkan ASEAN sebagai pilar penting stabilitas regional.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu kekuatan utama penjaga stabilitas di Asia Tenggara yang perannya terus berkembang di tingkat internasional.
“Indonesia merupakan faktor stabilitas penting di dalam kawasan ASEAN. Dan kami melihat Indonesia tidak hanya yakin akan peran itu, tetapi juga terus mengembangkan peran penting tersebut,” ujar Steinmeier.***