JAKARTA – Pertandingan putaran kedua wilayah Barat NBA antara Oklahoma City Thunder dan Los Angeles Lakers pada Selasa menjadi sorotan utama dengan keputusan penting yang harus diambil Thunder terkait susunan pemain inti mereka.
Thunder datang dengan ambisi besar untuk mengulang kesuksesan sebagai juara NBA secara beruntun, sesuatu yang terakhir kali dicapai oleh Golden State Warriors pada 2018.
Tak hanya itu, mereka juga berusaha mematahkan tren tim juara yang gagal melangkah jauh di musim berikutnya, khususnya setelah fase semifinal wilayah.
Performa impresif Thunder di ronde pertama menjadi modal kuat setelah menyapu bersih Phoenix Suns dalam tiga kemenangan beruntun tanpa balas.
Di sisi lain, Lakers harus bekerja lebih keras usai unggul 3-0 atas Houston Rockets sebelum akhirnya memastikan tiket lolos di Game 6.
Kondisi kedua tim saat ini tidak sepenuhnya ideal karena dihantui masalah cedera pemain kunci menjelang duel krusial ini.
Lakers memang mendapat kabar baik dengan kembalinya Austin Reaves, namun laporan terbaru menyebut Luka Doncic kemungkinan absen di awal seri melawan Thunder.
Sementara itu, Thunder juga kehilangan salah satu andalan mereka, Jalen Williams, yang mengalami cedera hamstring tingkat ringan dan masih berstatus week-to-week.
Dengan waktu istirahat sekitar 13 hari, kondisi Williams masih menjadi tanda tanya besar apakah ia siap tampil sejak Game 1 atau harus menepi lebih lama.
Situasi ini memaksa pelatih Mark Daigneault untuk memutar otak dalam menentukan komposisi starter terbaik menghadapi Lakers.
Saat Williams absen, Daigneault sempat menunjuk guard muda Ajay Mitchell sebagai starter tambahan yang mampu mengisi kekosongan di lini serang.
Mitchell tampil efektif berduet dengan Shai Gilgeous-Alexander serta menjaga ritme permainan Thunder, terutama dalam dua laga terakhir melawan Suns.
Perannya bahkan nyaris identik dengan Williams, baik dalam distribusi bola maupun kontribusi poin saat unit utama maupun cadangan bermain.
Opsi mempertahankan Mitchell di lineup awal dinilai realistis karena mampu menjaga keseimbangan ofensif tim meski tanpa kekuatan penuh.
Namun, pilihan lain juga terbuka dengan memasukkan Cason Wallace untuk memperkuat pertahanan menghadapi agresivitas Lakers.
Wallace yang dikenal sebagai spesialis defensif telah menjadi starter dalam 58 pertandingan musim ini dan memiliki kemampuan menciptakan tekanan lewat steal.
Kehadirannya dapat menjadi kunci untuk meredam serangan Lakers, terutama dengan absennya Doncic di awal seri.
Strategi ini juga memungkinkan Wallace menjaga Reaves, sementara Lu Dort bisa difokuskan untuk mengawal LeBron James.
Alternatif lain seperti Alex Caruso juga dipertimbangkan karena keunggulan fisik yang bisa memberi dimensi berbeda dalam pertahanan Thunder.
Dengan dua opsi kuat di tangan, keputusan akhir Daigneault dipastikan akan menjadi faktor penentu dalam duel pembuka seri ini.
Pertemuan strategi antara kedua tim diprediksi akan berlangsung sengit sejak Game 1, sekaligus menjadi ujian awal bagi ambisi besar Thunder musim ini.***