JAKARTA – Arsenal memastikan langkah bersejarah ke final Liga Champions usai menumbangkan Atletico Madrid dalam duel panas Rabu (6/5/2026) dini hari WIB yang diwarnai insiden memanas di pinggir lapangan.
Ketegangan mencapai puncaknya saat laga leg kedua semifinal di Emirates Stadium memasuki menit akhir dengan keunggulan tipis tuan rumah.
Situasi tak terkendali terjadi ketika direktur olahraga Arsenal, Andrea Berta, terlibat konfrontasi langsung dengan pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone.
Insiden bermula ketika Berta mendekati garis lapangan sambil melayangkan protes kepada wasit agar segera meniup peluit panjang karena waktu dinilai telah habis.
Simeone yang melihat aksi tersebut langsung menghampiri dengan emosi memuncak dan mendorong Berta hingga memicu keributan antara staf serta pemain cadangan kedua tim.
Kericuhan itu terjadi hanya beberapa detik sebelum pertandingan benar-benar berakhir, menambah dramatis suasana laga krusial tersebut.
Meski melakukan protes keras, Simeone tidak mampu mengubah hasil yang memastikan Arsenal lolos ke final dengan agregat 2-1.
Gol tunggal kemenangan di leg kedua dicetak oleh Bukayo Saka pada babak pertama yang menjadi pembeda dalam duel ketat ini.
Sebelumnya, leg pertama yang berlangsung di kandang Atletico berakhir imbang 1-1, membuat pertandingan di London menjadi penentu segalanya.
Arsenal sempat unggul lewat penalti Viktor Gyokeres sebelum disamakan oleh eksekusi Julian Alvarez.
Di leg kedua, tim asuhan Mikel Arteta juga sempat mendapat peluang emas dari titik putih yang akhirnya dibatalkan VAR setelah Eberechi Eze dinilai sudah terjatuh sebelum terjadi kontak dengan David Hancko.
Keputusan tersebut sempat memicu perdebatan, namun tidak mengubah hasil akhir pertandingan.
“Ini momen yang sudah kami nantikan lama, tim menunjukkan karakter luar biasa hingga detik terakhir,” ujar salah satu perwakilan Arsenal seusai laga, seperti dilansir Evening Standard, Rabu.
Keberhasilan ini membawa Arsenal ke final Liga Champions pertama mereka dalam dua dekade terakhir.
Partai puncak akan digelar di Puskas Arena, Budapest, dengan lawan yang masih menunggu hasil antara Paris Saint-Germain atau Bayern Munich.
Menariknya, Arsenal memiliki catatan berbeda terhadap kedua calon lawan tersebut, setelah musim lalu disingkirkan PSG namun mampu mengalahkan Bayern di fase liga musim ini.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan kebangkitan Arsenal di pentas Eropa setelah penantian panjang.***