JAKARTA – Kylian Mbappe kembali menjadi sorotan utama di Real Madrid, namun kali ini bukan karena ketajamannya di depan gawang atau deretan rekor baru yang ia ciptakan bersama Los Blancos.
Musim 2026 justru menghadirkan tekanan besar bagi penyerang asal Prancis tersebut setelah Real Madrid terancam menutup kompetisi tanpa satu pun trofi bergengsi.
Situasi itu memunculkan berbagai spekulasi terkait masa depan Mbappe di Santiago Bernabeu, termasuk rumor yang menyebut sang bintang bisa saja dilepas jika performa tim terus menurun.
Namun kabar tersebut langsung mendapat bantahan keras dari jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano yang memastikan hubungan Mbappe dengan manajemen klub masih tetap kuat.
Dalam pernyataannya, Romano menegaskan bahwa Real Madrid sama sekali tidak memiliki rencana untuk menjual mantan penyerang Paris Saint-Germain itu pada musim panas mendatang.
Ia bahkan menyebut keputusan klub sudah bulat bahwa Mbappe akan tetap menjadi bagian penting proyek besar Los Blancos untuk musim berikutnya.
“Real Madrid tidak mempertimbangkan penjualan Kylian Mbappe dan dia dipastikan bertahan di Santiago Bernabeu musim depan,” ujar Fabrizio Romano seperti dilansir The Real Champs, Rabu (6/5/2026).
Meski demikian, suasana internal klub memang disebut sedang tidak sepenuhnya nyaman menyusul hasil mengecewakan sepanjang musim ini.
Performa Real Madrid dinilai belum stabil walaupun dihuni banyak pemain bintang dengan reputasi kelas dunia.
Mbappe pun ikut menerima kritik karena kontribusinya dianggap belum mampu mengangkat performa tim secara konsisten di laga-laga penting.
Sejumlah pihak menilai permainan Madrid justru terlihat lebih kolektif ketika Mbappe tidak berada di lapangan, meski anggapan tersebut masih menjadi perdebatan panjang di kalangan pengamat sepak bola Eropa.
Tekanan kepada Mbappe juga muncul akibat ekspektasi luar biasa besar sejak kedatangannya ke ibu kota Spanyol setelah saga transfer panjang yang berlangsung selama beberapa tahun.
Presiden klub Florentino Perez diyakini tetap menaruh kepercayaan penuh kepada Mbappe sebagai wajah utama proyek masa depan Real Madrid.
Perez disebut tidak ingin kehilangan pemain yang selama ini menjadi target impiannya dan telah diperjuangkan sejak lama.
Di sisi lain, situasi rekan setim Mbappe yakni Vinicius Junior justru dianggap sedikit lebih rumit karena proses perpanjangan kontraknya hingga kini belum sepenuhnya rampung.
Meski begitu, manajemen klub dikabarkan tetap ingin mempertahankan kedua pemain tersebut sebagai fondasi utama tim dalam beberapa tahun ke depan.
Real Madrid juga diyakini akan melakukan evaluasi besar terhadap struktur tim dan ruang ganti demi mengakhiri periode sulit yang sedang mereka alami.
Nama pelatih berpengalaman mulai dikaitkan dengan kursi kepelatihan Madrid setelah muncul anggapan bahwa skuad penuh bintang membutuhkan sosok yang lebih tegas dan berkarisma kuat.
Beberapa figur besar seperti Jose Mourinho dan Jurgen Klopp mulai disebut sebagai kandidat ideal untuk mengendalikan atmosfer ruang ganti Los Blancos.
Sementara itu, pelatih muda seperti Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa dinilai masih membutuhkan waktu untuk menangani tekanan besar di klub sebesar Real Madrid.
Walaupun kritik terus mengarah kepada Mbappe, Real Madrid tampaknya belum sedikit pun kehilangan keyakinan terhadap kemampuan sang superstar Prancis tersebut.
Klub raksasa Spanyol itu justru ingin memberi kesempatan baru dengan proyek dan pendekatan berbeda demi mengembalikan dominasi mereka di Eropa musim depan.***