Marc Marquez tidak hanya sedang berperang melawan rasa sakit akibat patah tulang kaki di Le Mans, tetapi juga berjuang menyelesaikan masalah fisik yang selama ini menghambat performanya. Ducati mengonfirmasi bahwa sang juara dunia bertahan akan menjalani operasi ganda di Madrid hari ini, Minggu (10/5/2026).
Tim medis tidak hanya akan menangani patah tulang metatarsal pada kaki kanannya akibat insiden highside hari Sabtu kemarin. Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, mengungkapkan bahwa Marquez juga akan menjalani operasi bahu kanan untuk memperbaiki cedera lama yang ia dapatkan di GP Indonesia tahun lalu.
“Operasi bahu ini sebenarnya sudah dijadwalkan sebelumnya. Marc tidak akan berpartisipasi di GP Catalunya pekan depan. Bagi kami, kesehatannya adalah prioritas utama,” tegas Tardozzi.
Misteri “Baut Patah” yang Menyiksa Saraf
Sebelum meninggalkan Le Mans, Marquez membongkar fakta mengejutkan di balik kesulitan fisiknya musim ini. Ternyata, kecelakaan hebat di Mandalika tahun lalu meninggalkan luka tersembunyi: sebuah baut di bahunya patah, dan satu lagi bengkok.
“Setelah seri Jerez, saya sadar ada yang salah. Di rumah, saya bisa main motocross dengan normal, tapi saat menunggangi motor MotoGP, lengan kanan saya rasanya hancur,” ungkap Marquez.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa baut yang patah tersebut bergeser satu hingga dua milimeter dan menyentuh saraf radial—saraf vital yang menggerakkan lengan. Hal inilah yang menjelaskan mengapa lengannya sering terasa “terkunci” di tengah balapan dan memicu rentetan kecelakaan belakangan ini.
Mencari Titik Terang di Tengah Keterpurukan
Meski harus absen dan kini tertinggal 57 poin dari Marco Bezzecchi di klasemen, Marquez merasa sedikit lega karena penyebab masalahnya akhirnya ditemukan.
“Setidaknya ada solusi. Kadang Anda ke dokter dan mereka bilang tidak ada yang salah. Kali ini, mereka melihat dengan jelas apa masalahnya,” pungkas Marquez.
Dengan absennya Marquez di GP Prancis dan Catalunya, perjuangan Ducati untuk mempertahankan gelar juara dunia kini berada di pundak Pecco Bagnaia dan Alex Marquez, sembari menanti kembalinya sang raja yang tengah “direparasi” di Madrid.