Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menjatuhkan sanksi berat berupa penghentian operasional sementara terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Klaten. Langkah drastis ini diambil menyusul insiden keracunan massal yang melanda ratusan siswa dan guru di Kecamatan Tulung pada akhir April lalu.
Temuan Mengerikan: E. Coli di Sumber Air
Keputusan penghentian ini didasari oleh hasil investigasi mendalam yang mengungkap fakta mengejutkan. Koordinator Wilayah BGN Klaten, Yoga Angga Pratama, mengonfirmasi bahwa air yang digunakan SPPG untuk mengolah makanan positif mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli).
“SPPG resmi di-suspend. Hasil laboratorium menunjukkan adanya bakteri E. coli, sehingga kami perlu melakukan evaluasi total, mulai dari pengecekan sumber air, pembenahan infrastruktur, hingga evaluasi para relawan di lapangan,” tegas Yoga, Minggu (10/5/2026). Ia juga menambahkan bahwa selama masa hukuman ini, mitra pengelola tidak akan menerima insentif sepeser pun.
Bakteri Bacillus Menempel di Galantin dan Telur
Senada dengan temuan BGN, Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten juga merilis hasil uji sampel makanan dari Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta. Kepala Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, mengungkapkan bahwa menu sup timlo, telur puyuh, dan galantin yang dikonsumsi korban positif mengandung Bacillus sp.
Bakteri ini dikenal mampu bertahan hidup pada suhu ekstrem dan membentuk spora pada bahan makanan, yang menjadi pemicu utama gejala mual, muntah, hingga diare hebat yang dialami para korban.
Tragedi ini bermula pada Selasa (28/4/2026), saat 189 orang—terdiri dari siswa dan guru SMPN 1 Tulung—tumbang usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak sembilan orang terpaksa dilarikan ke puskesmas dan dua lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kini, fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan standar higienitas di seluruh dapur layanan gizi ditingkatkan agar insiden serupa tidak terulang kembali. Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kualitas infrastruktur air dan sanitasi adalah fondasi utama dalam program pemenuhan gizi nasional.