JAKARTA – Puluhan pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada Kamis (14/5/2026) pagi dengan pengawalan pasukan keamanan.
Kantor berita Palestina WAFA melaporkan, para pemukim secara terang-terangan melakukan ritual Talmud di halaman kompleks suci tersebut.
Sehari sebelumnya, Menteri Urusan Negev dan Galilea Israel, Yitzhak Wasserlauf, juga mendatangi kompleks Al-Aqsa. Kehadirannya terjadi menjelang peringatan pendudukan Israel atas Yerusalem, yang disertai seruan organisasi sayap kanan untuk melakukan penyerbuan dan pawai bendera di Yerusalem Timur.
Wasserlauf merupakan anggota partai Otzma Yehudit yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir. Keduanya dikenal pernah memaksa masuk ke kompleks Al-Aqsa, memicu kecaman dari Palestina dan negara-negara Arab. Menurut Kementerian Wakaf Palestina, sepanjang April lalu pemukim Israel telah menyerbu kompleks suci itu sebanyak 30 kali.
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga bagi umat Muslim, sementara umat Yahudi menyebutnya Temple Mount atau Bukit Bait Suci. Berdasarkan status quo, umat Yahudi diperbolehkan berkunjung namun dilarang berdoa atau melakukan ritual di dalam kompleks. Namun sejak 2003, Kepolisian Israel mengizinkan kunjungan harian kecuali Jumat dan Sabtu.
Palestina menilai aksi penyerbuan sebagai provokasi serius yang melanggar kesucian situs suci dan berupaya mengubah status quo. Mereka juga menuduh Israel terus meningkatkan upaya men-Yahudi-kan Yerusalem Timur dan menghapus identitas Arab serta Islam. Yerusalem Timur sendiri dianggap Palestina sebagai ibu kota negara masa depan, sesuai resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel sejak 1967 maupun aneksasi pada 1980.