Sebuah era baru di sektor tunggal putri Indonesia resmi bergulir dengan nada haru. Peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024, Gregoria Mariska Tunjung, memutuskan untuk mengajukan pengunduran diri dari Pelatnas PBSI. Langkah besar ini diambil setelah adanya diskusi mendalam bersama Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian dan kepala pelatih tunggal putri, Imam Tohari.
Lewat sepucuk surat resmi yang diserahkannya pada Jumat (15/5/2026), atlet yang akrab disapa Jorji ini menyampaikan rasa terima kasih terdalamnya kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih. Dua belas tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Gregoria untuk menempa diri, menahan tekanan, hingga akhirnya berhasil mengembalikan kejayaan tunggal putri Indonesia di level dunia.
Vertigo Jadi Alasan Utama
Di balik keputusan berat ini, tersimpan perjuangan fisik yang melelahkan. PP PBSI mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan Gregoria yang belum pulih sepenuhnya dari gangguan vertigo menjadi faktor penentu. Penyakit ini menguras stabilitas fisiknya di lapangan, hingga membuatnya merasa belum memiliki kepercayaan diri yang utuh untuk kembali mengayun raket di turnamen kompetitif.
“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ungkap Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, dalam rilis resminya.
Apresiasi Tertinggi untuk Sang Inspirator
Kepergian Gregoria meninggalkan celah besar di Pelatnas. Selama belasan tahun, dedikasi, senyuman khas, dan daya juangnya yang pantang menyerah telah menjadi cetak biru sekaligus inspirasi bagi para junior di Cipayung.
PP PBSI pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas setiap tetes keringat yang dikeluarkan Gregoria demi Merah Putih. Seluruh pencinta bulu tangkis kini mendoakan agar sang atlet bisa segera pulih total dan menemukan kebahagiaannya kembali, baik di dalam maupun di luar lapangan.