JAKARTA – Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Iran memperingatkan Amerika Serikat terkait blokade angkatan laut di Selat Hormuz.
Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran sekaligus anggota Dewan Penentu Kebijakan, menyebut blokade tersebut sebagai tindakan perang.
Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi pemerintah, Rezaei menegaskan: “Saran saya kepada AS secara militer adalah untuk mundur sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Anda. Pemahaman kami adalah bahwa blokade angkatan laut adalah tindakan perang, dan menanggapinya adalah hak alami kami.”
Rezaei menekankan bahwa kesabaran Teheran tidak boleh dianggap sebagai penerimaan terhadap tekanan Washington. Ia juga mengkritik kehadiran militer AS di Teluk yang dinilainya tidak lagi memiliki alasan strategis. “Amerika datang ke sini dan membawa kapal perangnya. Siapa musuhnya? Uni Soviet sudah tidak ada lagi,” ujarnya, dilansir Türkiyetoday, Senin (18/5/2026).
Iran memastikan jalur perdagangan di Selat Hormuz tetap terbuka, tapi memperingatkan akan menutupnya bagi pengerahan militer. Media pemerintah melaporkan kapal-kapal komersial, termasuk dari Tiongkok dan sejumlah negara Eropa, telah diizinkan melintas dengan koordinasi angkatan laut Iran.
Ketegangan ini muncul setelah serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari memicu balasan Teheran. Meski gencatan senjata yang dimediasi Pakistan berlaku sejak 8 April, blokade angkatan laut AS yang diberlakukan sejak 13 April dianggap Iran melanggar kesepakatan. CENTCOM menyebut blokade telah mengalihkan 78 kapal komersial dan menghentikan empat kapal lainnya.
Iran kini menuntut sejumlah langkah membangun kepercayaan sebelum melanjutkan perundingan, termasuk pencabutan sanksi, pencairan dana yang dibekukan, kompensasi perang, serta pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan kepada Axios: “Waktu terus berjalan bagi Iran. Mereka sebaiknya segera bertindak atau mereka tidak akan memiliki apa pun yang tersisa.”


