JAKARTA – Rencana kepulangan sembilan relawan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menjadi.
Keluarga mengungkap sulitnya komunikasi akibat ponsel para relawan sengaja dibuang ke laut demi alasan keamanan.
Relawan Global Sumud Flotilla yang sebelumnya sempat ditahan otoritas Israel dijadwalkan tiba di Indonesia pada Minggu, 24 Mei 2026, sekitar pukul 15.30 WIB melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah lebih dahulu diterbangkan ke Istanbul, Turki.
Kepastian kepulangan para relawan menjadi kabar melegakan bagi keluarga yang selama beberapa hari terakhir mengalami keterbatasan komunikasi akibat minimnya perangkat telepon yang dapat digunakan.
Salah satu keluarga relawan, Denisa Tristianty, mengungkapkan komunikasi dengan suaminya, Bambang Noroyono, hanya berlangsung singkat karena seluruh relawan harus bergantian memakai satu telepon genggam.
“(Komunikasi, red)Kemarin ya lumayan ya, nggak lama-lama juga karena kan hanya ada satu handphone untuk komunikasi UNI di sana ya,” ujar Denisa saat berbincang dengan Pro3 RRI, Sabtu 23 Mei 2026.
Menurut Denisa, para relawan memutuskan membuang perangkat komunikasi mereka ke laut demi menjaga keamanan selama perjalanan misi kemanusiaan menuju Gaza.
“Mereka kan karena handphonenya dibuang ke laut jadi memang hanya satu handphone untuk saat ini untuk komunikasi UNI untuk menghubungi keluarga mereka semua gitu,” katanya.
Meski percakapan berlangsung terbatas, Denisa memastikan kondisi seluruh relawan dalam keadaan selamat dan sehat setelah berhasil keluar dari Israel menuju Turki.
“Jadi juga ya nggak lama tapi cukup untuk menyampaikan informasi dia baik-baik saja bersama teman-teman yang lainnya ya itu udah kabar baik Alhamdulillah,” ujarnya.
Saat komunikasi terakhir berlangsung, para relawan disebut sudah berada di Istanbul setelah dipindahkan menggunakan tiga pesawat bantuan pemerintah Turki dari Israel.
Pemerintah Indonesia memastikan proses pemulangan sembilan relawan WNI terus dikawal melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak agar seluruh tahapan kepulangan berjalan aman dan lancar.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan rombongan relawan dijadwalkan mendarat di Lounge Umrah Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dan akan disambut langsung Menteri Luar Negeri RI, Sugiono.
“Sembilan WNI relawan akan landing (mendarat) sekitar pukul 15.30 WNI. Kedatangan rombongan akan disambut langsung oleh Bapak Menlu Sugiono di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” kata Yvonne Mewengkang dalam keterangannya kepada RRI, Sabtu, 23 Mei 2026 di Jakarta.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan yang dialami para relawan selama masa penahanan di Israel karena dinilai bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan tindakan terhadap relawan kemanusiaan dalam misi damai tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Tindakan militer Israel terhadap relawan kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.”
“Segala bentuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” ujarnya menegaskan dalam pernyataannya Kamis, 21 Mei 2026 di Jakarta.
Sugiono memastikan pemerintah Indonesia akan terus memberikan perlindungan penuh terhadap seluruh WNI hingga proses kepulangan benar-benar selesai dilakukan.
“Pemerintah memastikan akan terus memberikan pendampingan dan pelindungan kepada seluruh WNI hingga seluruh proses pemulangan selesai dilakukan,” ucap Sugiono.
Kondisi Terkini Relawan Global Sumud Flotilla
Sembilan relawan Indonesia saat ini dipastikan telah berada di Istanbul, Turki, setelah sebelumnya menjalani penahanan di Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Pemerintah Turki ikut membantu proses evakuasi para relawan melalui penerbangan khusus sebelum akhirnya dijadwalkan kembali ke Indonesia.
Kedatangan para relawan diperkirakan mendapat perhatian luas karena misi Global Sumud Flotilla menjadi simbol solidaritas internasional terhadap warga sipil di Gaza.***



