JAKARTGA — Meski disebut sebagai salah satu edisi yang lebih “sunyi” dibanding tahun-tahun sebelumnya, Festival Film Cannes 2026 tetap menghadirkan deretan karya sinema berkualitas tinggi. Minimnya blockbuster Hollywood tidak mengurangi antusiasme para kritikus untuk menemukan mutiara baru dari berbagai penjuru dunia.
Dilansir Variety, Minggu (24/5/2026), dalam daftar “Best of Cannes 2026” versi Variety, para kritikus memilih 20 film yang dianggap paling mengesankan sepanjang festival. Mulai dari karya terbaru maestro Jepang Ryusuke Hamaguchi hingga debut sutradara muda yang mengejutkan, berikut beberapa sorotan utamanya.
Film-Film Unggulan yang Mendominasi
“All of a Sudden” (Ryusuke Hamaguchi)
Film Jepang ini menjadi favorit banyak kritikus. Dengan fokus pada percakapan dua perempuan selama lebih dari tiga jam, Hamaguchi berhasil menciptakan pengalaman sinematik yang intim, emosional, dan mendalam tentang kehidupan. Banyak yang menyebut film ini sebagai pengingat akan kekuatan medium sinema.
“Club Kid” (Jordan Firstman)
Debut film panjang Jordan Firstman menjadi salah satu sensasi terbesar festival. Awalnya tampil liar dan chaotic dengan gambaran dunia klub queer New York, film ini perlahan berubah menjadi kisah ayah dan anak yang hangat dan menyentuh. Studio A24 bahkan langsung mengakuisisi film ini dengan nilai mencapai US$17 juta.
“Fatherland” (Pawel Pawlikowski)
Sutradara peraih Oscar Pawel Pawlikowski kembali lewat drama elegan tentang Thomas Mann dan putrinya di Jerman pasca-Perang Dunia II. Penampilan Sandra Hüller yang memikat, dipadukan dengan sinematografi indah, membuat film ini terasa matang dan berkelas.
“Fjord” (Cristian Mungiu)
Peraih Palme d’Or asal Rumania ini kembali mencuri perhatian lewat drama berlatar Norwegia yang mengangkat isu globalisasi dan benturan budaya. Dibintangi Sebastian Stan dan Renate Reinsve, “Fjord” disebut sebagai salah satu film paling kuat tahun ini.
“Teenage Sex and Death at Camp Miasma” (Jane Schoenbrun)
Horor queer bergaya slasher ini tampil penuh energi, kinky, dan provokatif. Dibintangi Gillian Anderson dan Hannah Einbinder, film tersebut dipuji sebagai homage cerdas terhadap film slasher sekaligus eksplorasi hasrat perempuan yang berani.
Sorotan Lain yang Layak Ditunggu
- “Clarissa” — Adaptasi novel Mrs Dalloway karya Virginia Woolf yang dipindahkan ke Lagos, Nigeria, dengan penampilan memukau Sophie Okonedo.
- “Minotaur” (Andrey Zvyagintsev) — Drama Rusia gelap penuh metafora tentang kondisi sosial-politik negaranya.
- “The Dreamed Adventure” (Valeska Grisebach) — Drama sosial Jerman dengan aktor nonprofesional yang tetap terasa epik dan autentik.
- “Elephants in the Fog” — Drama Nepal tentang komunitas transgender yang kuat, puitis, dan penuh nuansa.
- “Tangles” — Film animasi dewasa tentang Alzheimer yang emosional, dengan pengisi suara Julia Louis-Dreyfus.
Festival tahun ini juga menandai kembalinya sejumlah sineas besar setelah lama absen, sekaligus menghadirkan kejutan dari film dokumenter seperti “Maverick: The Epic Adventures of David Lean” dan “Rehearsals for a Revolution”, yang mengangkat sejarah Iran dari sudut pandang berbeda.
Meski tanpa dominasi bintang Hollywood besar, Cannes 2026 membuktikan bahwa sinema dunia tetap hidup, berani, dan terus berkembang. Sejumlah film di atas bahkan diprediksi menjadi kandidat kuat di musim penghargaan mendatang, termasuk Oscar.
Dari semua judul tersebut, film mana yang paling ingin kamu tonton? Pantau terus kabar distribusi film-film Cannes 2026 untuk mengetahui jadwal tayangnya di Indonesia.