JAKARTA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menyambut langsung kepulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, di Bandara Internasional Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, Minggu 24 Mei 2026 sore.
Kedatangan para aktivis kemanusiaan itu berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB setelah mereka menempuh perjalanan panjang dari Istanbul, Turki, dengan transit di Dubai sebelum tiba kembali di Indonesia.
Suasana terminal kedatangan dipenuhi keluarga, relawan kemanusiaan, dan sejumlah pejabat yang ikut menyambut kepulangan rombongan yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik internasional akibat penahanan oleh pasukan Israel.
Sembilan WNI tersebut terdiri atas jurnalis dan pegiat kemanusiaan dari berbagai lembaga, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV, Rahendro Herubowo, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat.
Lalu Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu dari Dompet Dhuafa, serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad dari Global Peace Convoy Indonesia.
Mereka diketahui tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla bersama organisasi Global Peace Convoy Indonesia yang membawa pesan solidaritas bagi warga Palestina di Gaza.
Pemerintah Indonesia memastikan proses pemulangan kesembilan WNI tersebut dilakukan melalui jalur diplomasi intensif dengan melibatkan sejumlah negara sahabat di kawasan Timur Tengah.
“Hari ini kita kedatangan teman-teman aktivis kemanusiaan yang kita ketahui sempat ditahan oleh militer Israel.”
“Kemudian, atas izin Tuhan Yang Maha Esa dan upaya koordinasi serta negosiasi yang dilakukan, mereka akhirnya dapat kembali ke Indonesia,” ujar Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta.
Sugiono menegaskan Kementerian Luar Negeri mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pembebasan dan pemulangan para aktivis kemanusiaan tersebut.
“Alhamdulillah hari ini sembilan WNI tersebut tiba di Tanah Air dengan selamat. Kami dari Kementerian Luar Negeri mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga saudara-saudara kita bisa dibebaskan,” katanya.
Selain itu, Sugiono juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Komisi III DPR RI, serta pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir yang turut membantu proses diplomasi hingga penjemputan para WNI.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Turki, Jordan, dan Mesir yang telah membantu upaya pemulangan WNI kita serta proses penjemputan saudara-saudara kita,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah Indonesia kembali melontarkan kecaman keras terhadap tindakan Israel yang menahan para aktivis sipil pembawa bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
“Indonesia kembali mengecam perlakuan yang dilakukan Israel kepada saudara-saudara kita. Ini merupakan pelanggaran hukum internasional karena mereka adalah masyarakat sipil yang sedang menjalankan misi bantuan kemanusiaan untuk saudara kita di Palestina,” tegas Sugiono.
Pemerintah Indonesia juga menilai perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh hak kemerdekaan merupakan bagian dari nilai kemanusiaan universal yang wajib dihormati dunia internasional.
“Saudara-saudara kita telah menunjukkan upaya nyata dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan tersebut,” pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti meningkatnya perhatian masyarakat internasional terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza sekaligus memperlihatkan peran aktif Indonesia dalam memperjuangkan keselamatan warganya di tengah konflik kawasan Timur Tengah yang terus memanas.***