MAKKAH, ARAB SAUDI – Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan humaniter signifikan dengan mengalokasikan sebagian besar daging dam jemaah haji Tanah Air untuk masyarakat Palestina. Langkah ini menjadi bentuk konkret perhatian Indonesia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto.
“Kami sudah meminta kepada Adahi dan bersepakat dan meminta secara khusus kepada pemerintah Saudi Arabia supaya daging dam ini didistribusikan untuk masyarakat Palestina,” kata Dahnil saat ditemui tim Media Center Haji di Makkah, Jumat (22/5/2026).
Adahi Project merupakan lembaga resmi pengelola penyembelihan dan pendistribusian daging dam di Arab Saudi. Menurut Dahnil, pihak Adahi telah menyatakan kesanggupannya untuk memfasilitasi pengiriman daging tersebut.
Komitmen Kemanusiaan yang Lebih Luas
Dahnil menambahkan bahwa tidak hanya Palestina yang menjadi prioritas. Sebagian daging dam juga akan disalurkan ke wilayah lain di Timur Tengah yang membutuhkan bantuan.
“Adahi sudah bersepakat terkait dengan itu. Sebagian lagi didistribusikan untuk saudara kita yang lain di Timur Tengah yang membutuhkan,” ujarnya.
Kebijakan ini mencerminkan diplomasi kemanusiaan Indonesia yang semakin aktif di tengah konflik regional. Dengan memanfaatkan daging dam haji, Indonesia tidak hanya menjalankan aspek ibadah, tetapi juga mengoptimalkannya menjadi instrumen bantuan konkret bagi sesama Muslim yang tengah menghadapi kesulitan.
Transparansi Tata Kelola Haji Meningkat
Di balik kebijakan distribusi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah mencatat kemajuan penting dalam pengelolaan ibadah haji tahun 2026, terutama pada aspek transparansi pembayaran dam.
Dam merupakan denda wajib yang harus dibayar jemaah apabila melanggar beberapa ketentuan selama ibadah haji, biasanya dalam bentuk penyembelihan hewan ternak. Jemaah kini diberi fleksibilitas lebih besar dalam menyelesaikan kewajiban ini, baik melalui pembayaran langsung di Tanah Suci, di Indonesia, maupun opsi pengganti berupa puasa.
Jika dam diselesaikan di Arab Saudi, seluruh proses harus melalui Adahi Project. Sementara bagi yang membayar di Indonesia, penyalurannya dapat dilakukan melalui lembaga amil zakat resmi.
Data Pembayaran Dam Haji 2026
Hingga Jumat (22/5/2026), data sementara menunjukkan 126.832 jemaah telah tercatat status pembayaran damnya dengan jelas.
Rinciannya:
- Melalui Adahi Project: 90.956 jemaah
- Dibayar di Tanah Air: 32.691 jemaah
Selain itu, ada jemaah yang memilih opsi non-hewan.
“Tetapi, ada juga yang membayar damnya dengan puasa, yaitu 3.195 orang dan yang haji ifrad 1.076 orang,” jelas Dahnil Anzar Simanjuntak.
Pendataan ini bersifat dinamis dan akan terus diperbarui. Jumlah jemaah yang terdata kali ini jauh meningkat dibandingkan musim haji sebelumnya, yang hanya mendeteksi sekitar 10.000 kasus dari total 221.000 jemaah.
Peningkatan transparansi ini dinilai penting untuk memastikan akuntabilitas pengelolaan ibadah haji serta memaksimalkan manfaat ekonomi dan sosial dari daging dam yang disembelih.
Signifikansi Strategis
Keputusan mengarahkan daging dam ke Palestina mendapat sambutan positif di kalangan jemaah dan pengamat. Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar yang peduli terhadap isu Palestina, tetapi juga menunjukkan integrasi antara pelaksanaan rukun Islam dengan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan umat.
Daging dam yang berkualitas dan telah melalui proses penyembelihan sesuai syariat diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Palestina yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan akses pangan akibat konflik berkepanjangan.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan haji sekaligus memperluas dampak positifnya ke ranah kemanusiaan global.