JAKARTA – Newcastle United resmi melepas Anthony Gordon ke Barcelona dalam kesepakatan transfer bernilai lebih dari $93 juta atau sekitar Rp1,51 triliun, dengan sejumlah klausul tambahan yang berpotensi meningkatkan nilai total transaksi secara signifikan.
Direktur olahraga Newcastle, Ross Wilson, disebut memainkan peran penting dalam negosiasi dengan memasukkan klausul performa yang memungkinkan klub Inggris tersebut menerima tambahan hingga $1,2 juta per musim atau sekitar Rp19,5 miliar jika Gordon tampil dalam minimal 60 persen pertandingan Barcelona.
Selain itu, kesepakatan tersebut juga mencakup bonus prestasi senilai $5,8 juta atau setara Rp94 miliar apabila Gordon berkontribusi dalam keberhasilan Barcelona meraih gelar, serta tambahan bonus serupa jika target tertentu terpenuhi selama masa kontraknya.
Transfer ini menjadi keuntungan finansial besar bagi Newcastle mengingat mereka hanya mengeluarkan sekitar $61 juta atau Rp992 miliar saat merekrut Gordon dari Everton pada 2023, meski klub asal Merseyside itu tetap berhak atas 15 persen dari hasil penjualan tersebut.
Newcastle juga mengamankan klausul penjualan kembali (sell-on clause) yang memberi mereka peluang mendapatkan keuntungan tambahan jika Barcelona melepas Gordon di masa depan.
Keputusan menjual Gordon juga dipengaruhi situasi pasar setelah Bayern Munchen tidak memenuhi nilai yang diminta, sehingga Barcelona muncul sebagai opsi paling realistis untuk menyelesaikan transfer.
Proses transfer yang berlangsung cepat memungkinkan Gordon segera bergabung dengan tim nasional Inggris menjelang turnamen besar, sekaligus mengurangi risiko cedera yang bisa berdampak pada nilai transfer.
Meski demikian, Newcastle menghadapi potensi kerugian reputasi apabila Gordon tampil gemilang di Barcelona atau bersinar di panggung internasional, yang bisa membuat nilai transfer tersebut terlihat lebih rendah dari potensi sebenarnya.
Menurut sumber internal klub, Gordon sudah memberi tahu rekan setimnya terkait kepindahan ini jauh sebelum diumumkan secara resmi, dengan momen kekalahan Barcelona di Liga Champions disebut sebagai titik balik yang mempercepat kesepakatan.
“Ini adalah langkah strategis klub, baik dari sisi finansial maupun perencanaan skuad ke depan,” ujar sumber internal Newcastle yang enggan disebutkan namanya.
Hubungan antara pemain dan klub tetap terjaga dengan baik, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari strategi Newcastle yang harus menjual pemain untuk mendukung aktivitas transfer berikutnya.***