JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas menegaskan komitmen kuat dalam merancang arah pembangunan nasional pasca-2030 sebagai respons atas dinamika global yang semakin kompleks.
Langkah ini dilakukan seiring mendekatnya target akhir Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta meningkatnya pembahasan internasional mengenai agenda lanjutan yang dikenal sebagai Beyond 2030 Agenda.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa agenda Beyond 2030 memiliki posisi strategis bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan yang kian multidimensi.
“Beyond 2030 bukan hanya agenda dunia, tetapi betul-betul agenda untuk kita. Agenda ini bukan sekadar agenda global, melainkan agenda strategis bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan, mulai dari krisis iklim, stagnasi ekonomi global, konflik geopolitik, hingga disrupsi teknologi,” ucapnya, Sabtu (30/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Kick Off Pembahasan Positioning Indonesia menuju SDG Summit 2027 yang turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Jumhur Hidayat di Jakarta.
Dalam pemaparannya, Rachmat juga menyoroti rekam jejak Indonesia dalam mencapai target pembangunan global sejak era Millennium Development Goals (MDGs) hingga SDGs.
Indonesia dinilai memiliki capaian signifikan dalam menekan angka kemiskinan ekstrem, memperluas akses pendidikan dasar, meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat tata kelola lingkungan hidup.
“Indonesia adalah salah satu negara yang mampu mencapai tujuan-tujuan MDGs dengan cukup baik. Karena itu, ketika capaian SDGs Indonesia mencapai sekitar 62 persen, kita tidak perlu heran, justru harus yakin bahwa Indonesia memang memiliki kapasitas untuk mencapainya,” ujar Menteri PPN.
Lebih lanjut, Bappenas menegaskan tiga pilar utama yang menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan, yakni ketahanan pangan, akses pendidikan berkualitas, dan jaminan kesehatan yang merata.
Ketiga aspek tersebut dipandang sebagai elemen kunci dalam menentukan arah kebijakan pembangunan nasional di era pasca-2030.
Selain itu, Indonesia juga diharapkan memainkan peran strategis sebagai bridge builder dalam percaturan pembangunan global dengan menjembatani kepentingan negara maju dan berkembang.
Peran tersebut dijalankan melalui prinsip universalitas, inklusivitas, kemitraan, serta komitmen Leave No One Behind (LNOB) yang menjadi inti agenda pembangunan berkelanjutan.
Rachmat menekankan bahwa persiapan menuju agenda Beyond 2030 harus dilakukan sejak dini agar Indonesia mampu beradaptasi dan tetap kompetitif di tengah ketidakpastian global.
“Diskusi mengenai Agenda Beyond 2030 ke depan perlu terus dipersiapkan secara matang sejak dini.”
“Meskipun tahun 2030 masih beberapa tahun lagi, langkah persiapan yang dilakukan lebih awal akan menghasilkan hasil yang lebih baik.”
“Kita harus siaga, ibarat sedia payung sebelum hujan. Agar kita, Indonesia lebih siap menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang,” kata dia.***