JAKARTA – Tanggal 31 Mei menyimpan sejumlah peristiwa penting yang meninggalkan jejak dalam sejarah dunia maupun Indonesia. Mulai dari kampanye kesehatan global melalui Hari Tanpa Tembakau Sedunia, hari jadi Kota Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan, terbentuknya Uni Afrika Selatan, hingga momen pembukaan ajang sepak bola paling bergengsi di dunia, Piala Dunia FIFA.
Rangkaian peristiwa tersebut menjadi pengingat bagaimana sebuah tanggal dapat merekam berbagai momentum bersejarah yang berpengaruh terhadap perkembangan sosial, politik, kesehatan, hingga olahraga internasional.
Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Kampanye Global Melawan Ancaman Rokok
Salah satu peringatan internasional yang jatuh setiap 31 Mei adalah Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau *World No Tobacco Day*. Peringatan ini digagas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak buruk konsumsi tembakau yang masih menjadi salah satu penyebab utama berbagai penyakit mematikan di dunia.
Melalui momentum tersebut, masyarakat di berbagai negara diajak untuk menghentikan kebiasaan merokok setidaknya selama 24 jam. Gerakan ini sekaligus menjadi simbol perlawanan terhadap ketergantungan nikotin yang selama puluhan tahun menjadi tantangan kesehatan global.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama negara-negara anggotanya pertama kali menetapkan Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 1987. Sejak saat itu, kampanye ini terus berkembang dan mendapat dukungan luas dari pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil.
Dalam kampanye tersebut, WHO menyoroti tingginya angka kematian akibat konsumsi tembakau. Data yang sering dikutip dalam berbagai kampanye kesehatan menunjukkan bahwa jutaan orang meninggal dunia setiap tahun akibat penyakit yang berkaitan dengan kebiasaan merokok.
Tema-tema yang diangkat setiap tahun juga terus berkembang, mulai dari perlindungan generasi muda, pengendalian iklan rokok, hingga dampak industri tembakau terhadap lingkungan hidup.
Meski demikian, gerakan ini tidak selalu berjalan tanpa perdebatan. Sejumlah kelompok, termasuk petani tembakau dan pelaku industri rokok, kerap menyampaikan pandangan berbeda terkait kebijakan pengendalian tembakau yang dianggap berpotensi memengaruhi mata pencaharian mereka.
31 Mei 1293: Hari Jadi Kota Surabaya
Tanggal 31 Mei juga memiliki arti penting bagi masyarakat Jawa Timur. Pada hari inilah Kota Surabaya memperingati hari jadinya yang merujuk pada tahun 1293.
Kini, Surabaya berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia dan menyandang status sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta. Posisinya yang strategis di pesisir utara Pulau Jawa menjadikan Surabaya sebagai gerbang perdagangan dan industri di kawasan Indonesia timur.
Perjalanan panjang Surabaya tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa. Julukan “Kota Pahlawan” melekat kuat setelah pertempuran heroik yang terjadi pada November 1945, ketika rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari pasukan Sekutu.
Selain dikenal sebagai kota industri dan perdagangan, Surabaya juga menjadi pusat pendidikan, jasa, serta transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.
Secara geografis, Surabaya berada di tepi Selat Madura dan Laut Jawa. Letaknya yang strategis menjadikan kota ini berkembang menjadi metropolitan modern dengan aktivitas ekonomi yang berlangsung selama 24 jam.
Terbentuknya Uni Afrika Selatan
Dalam catatan sejarah dunia, 31 Mei 1910 menjadi tonggak penting bagi kawasan Afrika bagian selatan. Pada tanggal tersebut, Uni Afrika Selatan resmi dibentuk melalui penggabungan empat wilayah, yakni Transvaal, Cape Colony, Koloni Natal, dan Orange River Colony.
Pembentukan negara tersebut menjadi langkah besar dalam proses penyatuan wilayah-wilayah yang sebelumnya berada di bawah pengaruh kolonial Britania Raya.
Selama lebih dari lima dekade, Uni Afrika Selatan berstatus sebagai dominion dalam Persemakmuran Inggris. Raja atau Ratu Britania Raya bertindak sebagai kepala negara hingga akhirnya negara tersebut mengubah bentuk pemerintahannya.
Momentum penting berikutnya terjadi tepat pada 31 Mei 1961 ketika Uni Afrika Selatan resmi menjadi Republik Afrika Selatan dan keluar dari struktur Persemakmuran Inggris pada masa itu.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu babak penting dalam perjalanan politik Afrika Selatan sebelum akhirnya memasuki era demokrasi modern pada dekade-dekade berikutnya.
Tiga Kali Menjadi Hari Pembukaan Piala Dunia FIFA
Bagi pecinta sepak bola, tanggal 31 Mei juga memiliki makna tersendiri. Dalam sejarah turnamen sepak bola dunia, tanggal ini tercatat tiga kali menjadi hari pembukaan Piala Dunia FIFA.
Momen pertama terjadi pada Piala Dunia 1970 yang berlangsung di Meksiko. Turnamen tersebut dikenang sebagai salah satu edisi terbaik sepanjang sejarah, termasuk keberhasilan Brasil meraih gelar juara dunia ketiganya.
Selanjutnya, 31 Mei kembali menjadi hari pembukaan Piala Dunia 1986 yang juga digelar di Meksiko. Turnamen ini melahirkan banyak kisah legendaris, termasuk penampilan gemilang Diego Maradona yang membawa Argentina menjadi juara.
Tanggal yang sama kembali tercatat dalam sejarah sepak bola dunia ketika Piala Dunia 2002 resmi dibuka. Turnamen yang berlangsung di Korea Selatan dan Jepang itu menjadi Piala Dunia pertama yang digelar di Asia sekaligus pertama yang diselenggarakan oleh dua negara.
Ketiga momentum tersebut memperkuat posisi 31 Mei sebagai salah satu tanggal yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah kompetisi sepak bola paling prestisius di dunia.
Catatan Sejarah yang Terus Dikenang
Beragam peristiwa yang terjadi pada 31 Mei menunjukkan bagaimana satu tanggal dapat menyimpan kisah dari berbagai bidang kehidupan. Dari perjuangan meningkatkan kesehatan masyarakat dunia, perjalanan sebuah kota besar di Indonesia, dinamika politik Afrika Selatan, hingga sejarah olahraga internasional, semuanya menjadi bagian dari memori kolektif yang terus dikenang lintas generasi.
Momentum-momentum tersebut tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga pengingat mengenai perubahan besar yang telah membentuk dunia hingga saat ini.