JAKARTA — Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa sosok almarhum Ryamizard Ryacudu merupakan figur prajurit teladan yang patut dijadikan panutan oleh seluruh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurutnya, dedikasi, integritas, dan pengabdian Ryamizard selama puluhan tahun menjadi warisan berharga bagi generasi penerus militer Indonesia.
Dalam keterangannya usai memberikan penghormatan kepada almarhum, Sjafrie mengenang perjalanan panjang Ryamizard sebagai seorang prajurit yang mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara tanpa pernah mengharapkan imbalan ataupun penghargaan.
Menurut Sjafrie, almarhum meniti karier militer dari jenjang paling bawah hingga mencapai posisi tertinggi di lingkungan TNI Angkatan Darat. Meski telah menduduki jabatan strategis, Ryamizard tetap dikenal sebagai sosok yang dekat dengan pasukan dan selalu hadir di lapangan.
“Tidak menuntut balas jasa atau penghargaan. Beliau berdinas sebagai prajurit sejak pangkat muda hingga pangkat tertinggi, dan terus berada di lapangan,” ujar Sjafrie.
Ia menilai konsistensi pengabdian tersebut menjadi salah satu alasan mengapa negara layak memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum. Bagi Sjafrie, rekam jejak Ryamizard menunjukkan bagaimana seorang prajurit menjalankan tugas dengan penuh loyalitas tanpa mengedepankan kepentingan pribadi.

Lebih lanjut, Menhan menekankan bahwa almarhum dikenal memiliki komitmen kuat terhadap penegakan aturan dan disiplin militer. Selama bertugas, Ryamizard disebut tidak pernah memberikan toleransi terhadap tindakan yang melanggar hukum maupun nilai-nilai keprajuritan.
“Beliau menjadi teladan bagi para prajurit. Selain itu, beliau juga tidak menyukai segala tindakan yang ilegal,” katanya.
Karakter tersebut, lanjut Sjafrie, menjadi fondasi penting yang perlu diwariskan kepada seluruh anggota TNI di tengah berbagai tantangan yang dihadapi institusi pertahanan saat ini.
Menurut dia, nilai-nilai ketegasan, integritas, dan loyalitas yang ditunjukkan Ryamizard harus terus dijaga agar profesionalisme TNI semakin kuat.
“Jadi, ini merupakan contoh bagi prajurit TNI Angkatan Darat maupun seluruh prajurit TNI. Keteladanan almarhum harus menjadi contoh bagi kita semua,” tegasnya.
Sjafrie juga mengungkapkan kedekatan personalnya dengan Ryamizard yang telah terjalin sejak keduanya masih menjadi perwira muda. Hubungan tersebut terus berlanjut hingga sama-sama memasuki masa purnatugas.
Dari pengamatannya selama puluhan tahun, tidak pernah ada perubahan dalam komitmen Ryamizard terhadap negara.
“Saya bersama beliau sejak muda hingga kini sama-sama memasuki masa pensiun. Saya tidak pernah melihat perubahan dalam dedikasi dan pengabdiannya kepada negara,” ungkap Sjafrie.
Karena itu, ia menilai penghormatan negara terhadap almarhum bukan sekadar penghargaan kepada seorang mantan pejabat, melainkan penghormatan kepada seorang prajurit yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri untuk kepentingan bangsa.
“Karena itu, negara perlu memberikan penghormatan kepada almarhum sebagai seorang prajurit teladan. Beliau dapat menjadi teladan bagi seluruh anggota TNI,” tuturnya.
Kepergian Ryamizard meninggalkan jejak panjang dalam sejarah TNI dan pertahanan nasional. Bagi banyak prajurit, sosoknya bukan hanya dikenal sebagai pemimpin militer, tetapi juga figur yang memperlihatkan bagaimana pengabdian kepada negara dijalankan dengan ketulusan, disiplin, dan integritas hingga akhir masa tugas.