JAKARTA – Presiden AS, Donald Trump menyatakan bahwa Israel dan Hizbullah telah sepakat mengurangi ketegangan dan menghentikan pertempuran, sebuah langkah yang disebutnya mencegah serangan Israel ke Beirut serta menjaga pembicaraan gencatan senjata dengan Iran.
Dalam unggahan di media sosial, Trump mengatakan telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan perwakilan Hizbullah, dengan hasil kesepakatan bahwa “semua penembakan akan dihentikan.” Ia menambahkan, “Tidak akan ada pasukan yang pergi ke Beirut dan pasukan mana pun yang sedang dalam perjalanan telah dipulangkan.”
Namun, serangan dari kedua belah pihak tetap terjadi setelah pengumuman tersebut. Anggota parlemen Hezbollah, Hassan Fadlallah, menolak tawaran gencatan senjata parsial yang hanya melindungi Beirut, sementara Netanyahu menegaskan Israel akan terus menyerang jika Hezbollah tidak menghentikan serangan terhadap warga Israel.
Militer Israel melaporkan berhasil mencegat dua proyektil dari Lebanon ke Israel utara pada Selasa pagi. Sebelumnya, Netanyahu memerintahkan pemboman pinggiran selatan Beirut, memicu eksodus massal. Serangan udara Israel juga menghantam Tyre, meratakan bangunan dan merusak rumah sakit Jabal Amel.
Konflik yang dimulai Maret lalu telah menewaskan lebih dari 3.300 orang di Lebanon, termasuk anak-anak dan petugas tanggap darurat. Serangan Hezbollah menewaskan dua warga Israel dan lebih dari 20 tentara di Lebanon selatan.
Eskalasi terbaru memicu kecaman internasional. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan diakhirinya pertempuran, sementara Inggris dan Jerman bergabung mengutuk operasi Israel. Media Israel melaporkan Netanyahu melobi Washington untuk izin menyerang Beirut, dengan AS disebut memberi lampu hijau pada akhir pekan.